Koalisi AS Jatuhkan 5.000 Bom

Jum'at, 09 Januari 2015 - 09:54 WIB
Koalisi AS Jatuhkan...
Koalisi AS Jatuhkan 5.000 Bom
A A A
WASHINGTON - Pesawat tempur Amerika Serikat (AS) dan sekutunya telah meledakkan sekitar 5.000 bom untuk menghancurkan pemberontak ISIS (Negara Islam Irak Suriah).

Berdasarkan pernyataan Pentagon, ribuan bom tersebut berhasil menghancurkan lebih dari 3.000 sasaran sarang ISIS di Irak dan Suriah. Dari catatan statistik Pentagon, sejak serangan udara pasukan koalisi dilakukan di Irak pada Agustus 2014 lalu dan di Suriah akhir September, Pentagon AS dan sekutunya mengklaim telah menghantam 58 tank, 184 Humvee lapis baja, 303 truk terbuka, 26 kendaraan lapis baja, dan 394 kendaraan lain.

Kebanyakan kendaraan yang hancur adalah buatan AS yang dirampas militan ISIS dari pasukan Irak yang mundur. Namun, pejabat militer AS tidak dapat mengonfirmasi target apa saja yang berhasil dihancurkan. ”Saya yakin tingkat kehancuran musuh cukup tinggi, tetapi belum dapat dipastikan berapa banyak tank atau kendaraan lain yang tersisa dari pihak ISIS setelah serangan udara,” ujar juru bicara militer AS Kolonel Steven Warren, seperti dilansir AFP.

Warren menambahkan, pihak militer tidak ingin mengeluarkan angka persentase dari berapa banyak senjata atau kendaraan milik milisi ISIS yang hancur. ”Kami tidak mau musuh kami mengetahui berapa jauh kami mengetahui tentang mereka,” tuturnya. Militer AS bersama pasukan koalisi dari Barat dan Arab sejauh ini telah melancarkan 1.676 kali serangan dan menembakkan 4.775 amunisi.

Pemimpin pasukan AS mengklaim serangan pasukan koalisi ini telah menghentikan langkah militan ISIS di Irak. Selain itu, jaringan penyelundupan minyak mentah yang dilakukan ISIS juga terganggu dan menghambat pergerakan pasukan ISIS di darat. Kendati begitu, para militan ISIS masih memegang kendali sejumlah wilayah kecil di Suriah dan Irak, serta masih terus merekrut anggota baru.

Data itu dikeluarkan sehari setelah para pejabat AS mengatakan untuk pertama kalinya bahwa mereka menyelidiki setidaknya ada dua insiden, di mana warga sipil mungkin telah tewas dalam serangan udara di Irak dan Suriah, dan tiga kasus lainnya sedang dinilai untuk kemungkinan penyelidikan.

Pesawat koalisi telah terbang sebanyak 15.465 kali dalam ”Operasi Solusi Terpadu,” termasuk misi serangan serta pengisian bahan bakar dan penerbangan pengintaian. Sebagian besar serangan udara dan penerbangan militer lainnya dilakukan oleh pesawat AS, tapi para pejabat menolak untuk memberikan rincian berapa banyak penerbangan dilakukan negara-negara koalisi. Operasi serangan yang dijalankan pasukan AS bersama koalisinya di Irak dan Suriah telah melampaui serangan udara yang dilakukan AS di Libya pada 2011 silam.

Arvin
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved