Pengalaman Atasi Konflik, PPP Optimis Bisa Diselamatkan
Jum'at, 09 Januari 2015 - 07:06 WIB
Pengalaman Atasi Konflik, PPP Optimis Bisa Diselamatkan
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Faridz, Fernita Darwis meyakini PPP mampu melewati konflik yang terjadi saat ini. Pasalnya, PPP sudah pernah berulang kali mengalami konflik mulai zaman Orde Baru sampai era reformasi.
"Sudah banyak konflik yang dilewati. Jadi soal menghadapi konflik, partai kami sudah sangat matang," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis 8 Januari 2015.
Pada era Orde Baru, jelas Fernita, PPP mengalami konflik dengan pihak eksternal, yakni didzalimi pemerintah yang sedang berkuasa. Setelah itu muncul perpecahan saat kader membentuk partai baru. Kader yang keluar dipimpin KH Zainuddin MZ membentuk Partai Bintang Reformasi (PBR).
"Semua itu ternyata bisa kami lewati. Jadi kami yakin konflik saat ini dengan kubu Romi (Romahurmuziy) juga bisa dilewati. Kami membuka pintu 24 jam kepada kubu Romi untuk islah," tuturnya.
Dia berpandangan, PPP sudah matang dengan proses politik, karena selain berada di luar pemerintahan juga sudah pernah menjadi bagian pemerintah. "Bahkan dulu Pak Hamzah Haz, ketua umum PPP pernah jadi wakil presiden," ucapnya.
Ditambahkan Fernita, pihaknya sudah menempuh berbagai cara untuk menyatukan kader partai, namun belum mendapat respons dari kubu PPP hasil Muktamar Surabaya yang dipimpin Romi.
"Sudah banyak konflik yang dilewati. Jadi soal menghadapi konflik, partai kami sudah sangat matang," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis 8 Januari 2015.
Pada era Orde Baru, jelas Fernita, PPP mengalami konflik dengan pihak eksternal, yakni didzalimi pemerintah yang sedang berkuasa. Setelah itu muncul perpecahan saat kader membentuk partai baru. Kader yang keluar dipimpin KH Zainuddin MZ membentuk Partai Bintang Reformasi (PBR).
"Semua itu ternyata bisa kami lewati. Jadi kami yakin konflik saat ini dengan kubu Romi (Romahurmuziy) juga bisa dilewati. Kami membuka pintu 24 jam kepada kubu Romi untuk islah," tuturnya.
Dia berpandangan, PPP sudah matang dengan proses politik, karena selain berada di luar pemerintahan juga sudah pernah menjadi bagian pemerintah. "Bahkan dulu Pak Hamzah Haz, ketua umum PPP pernah jadi wakil presiden," ucapnya.
Ditambahkan Fernita, pihaknya sudah menempuh berbagai cara untuk menyatukan kader partai, namun belum mendapat respons dari kubu PPP hasil Muktamar Surabaya yang dipimpin Romi.
(kri)