Minyak Pelicin Masa Depan

Rabu, 31 Desember 2014 - 09:17 WIB
Minyak Pelicin Masa...
Minyak Pelicin Masa Depan
A A A
Pada 17 November 2014, lahir kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara yang membuat seluruh rakyat pusing tujuh keliling. Belum genap sebulan memimpin Indonesia, Jokowi sudah menuai kontroversi dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di saat harga minyak dunia turun pula.

Hal ini berakibat pengangguran dan kenaikan harga kebutuhan pokok, bahkan sudah naik ketika isu naiknya harga BBM menguat. Meskipun pengusaha menaikkan nilai jual mereka yang akan ditanggung para konsumen, daya beli masyarakat untuk kebutuhan tersier tetap menurun. Untukitu, pengusaha tetaplah menanggung dampak dari kenaikan harga BBM meskipun sedikit.

Baru empat hari pasca pengumuman kebijakan ”maut” tersebut, dampak mulai dirasakan masyarakat, terutama kelas bawah sudah sangat tampak. Nelayan kesulitan membeli bahan bakar, para pengusaha kecil turun omzet karena daya beli masyarakat menurun, dan masih banyak lagi dampak kenaikan harga BBM.

Berbagai macam kritik telah ditujukan kepada Kepala Negara, belum lagi sederetan aksi yang dilakukan berbagai macam organisasi masyarakat dan mahasiswa, mulai aksi damai hingga anarkistis. Namun, ini tak mengubah kebijakan Jokowi dan pemerintahan barunya. Alasan standar pemerintah menarik subsidi BBM karena APBN yang jebol tidaklah dapat diterima.

Masalahnya harga minyak dunia saat ini sedang turun, sehingga alasan tersebut sangat tidak rasional. Alasan lainnya adalah subsidi BBM yang tidak tepat sasaran. Belum lagi alasan pemerintah merelokasi dana subsidi BBM untuk pembangunan infrastruktur yang masih diragukan.

Masyarakat Indonesia sudah telanjur trauma dengan berbagai macam kasus pencurian uang negara oleh para aparat pemerintahan. Dengan adanya relokasi dana tersebut, transparansi kas negara sangat dibutuhkan.
(bbg)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
10 Petinju dengan Pendapatan...
10 Petinju dengan Pendapatan Tertinggi Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved