Ada Kesempatan Jokowi Geser Megawati di PDIP
Selasa, 30 Desember 2014 - 20:55 WIB
Ada Kesempatan Jokowi Geser Megawati di PDIP
A
A
A
JAKARTA - Tahun 2015 diprediksi bakal dipenuhi konstelasi politik suksesi kepemimpinan di tubuh partai politik (parpol).
Menurut Direktur Poltracking Hanta Yudha, Partai Demokrat, PAN, Hanura, dan PDIP sama-masa akan disibukkan dengan siapa yang pantas mengisi Ketua Umum untuk periode berikutnya.
Demokrat sendiri, kata Hanta, figur Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak bisa tergantikan. Begitu juga dengan PAN dan Hanura. Posisi Hatta Rajasa, dan Wiranto diprediksi tetap mengisi posisi tersebut.
Di PDIP, Jokowi memiliki kesempatan untuk mengambil peran lebih. Karena meski berstatus orang penting, sosok Jokowi bukanlah apa-apa di PDIP.
"Jokowi kalau ada peluang bisa masuk, tapi kalau enggak ada peluang dia memilih enggak maju. Ya polanya dinamis," kata Hanta saat diskusi di Gedung MNC Tower, Jakarta, Selasa (30/12/2014).
Menurut dia, faktor popularitas dan kapasitas di pemerintahan bisa mendorong mantan Gubernur DKI Jakarta itu menggeser Megawati Soekarnoputri di PDIP.
Namun peluang tersebut kecil. Pasalnya, Jokowi memiliki tipikal 'gagap' membaca peluang politik.
Menurut Direktur Poltracking Hanta Yudha, Partai Demokrat, PAN, Hanura, dan PDIP sama-masa akan disibukkan dengan siapa yang pantas mengisi Ketua Umum untuk periode berikutnya.
Demokrat sendiri, kata Hanta, figur Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak bisa tergantikan. Begitu juga dengan PAN dan Hanura. Posisi Hatta Rajasa, dan Wiranto diprediksi tetap mengisi posisi tersebut.
Di PDIP, Jokowi memiliki kesempatan untuk mengambil peran lebih. Karena meski berstatus orang penting, sosok Jokowi bukanlah apa-apa di PDIP.
"Jokowi kalau ada peluang bisa masuk, tapi kalau enggak ada peluang dia memilih enggak maju. Ya polanya dinamis," kata Hanta saat diskusi di Gedung MNC Tower, Jakarta, Selasa (30/12/2014).
Menurut dia, faktor popularitas dan kapasitas di pemerintahan bisa mendorong mantan Gubernur DKI Jakarta itu menggeser Megawati Soekarnoputri di PDIP.
Namun peluang tersebut kecil. Pasalnya, Jokowi memiliki tipikal 'gagap' membaca peluang politik.
(mhd)