Perangi Terorisme, Pakistan Gunakan Pengadilan Militer

Jum'at, 26 Desember 2014 - 11:56 WIB
Perangi Terorisme, Pakistan...
Perangi Terorisme, Pakistan Gunakan Pengadilan Militer
A A A
ISLAMABAD - Setelah insiden penembakan brutal yang menewaskan sekitar 149 orang, 132 di antaranya anak-anak sekolah militer di Peshawar pada 16 Desember 2014, Pemerintah Pakistan semakin serius mencegah aksi terorisme.

Setelah mencabut moratorium hukuman mati, Pemerintah Pakistan membuat aturan baru. Ke depan, setiap tersangka atau orang yang terlibat dalam terorisme akan diadili secara khusus di pengadilan militer. Langkah tersebut disambut positif sebagian kalangan karena dianggap tegas.

Namun, kelompok hak asasi manusia (HAM) dikhawatirkan akan menentang gagasan tersebut. Pada tahun ini Pakistan beberapa kali diserang Taliban karena tentara Pakistan juga menyerang permukiman Taliban. Dalam insiden yang terjadi di Peshawar, tujuh pelaku penyerangan ditembak mati Pasukan Khusus Pakistan (SSG). Pelaku dilaporkan merupakan bagian dari kelompok Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP).

Dilaporkan Al Jazeera, TTP melancarkan serangan itu karena tentara Pakistan juga membunuh keluarga mereka di barat laut Pakistan. Perdana Menteri (PM) Pakistan Nawaz Sharif telah mengeluarkan 25 kebijakan baru kontra-terorisme. Namun, penggunaan pengadilan militer jadi yang paling kontroversial.

”Pengadilan khusus yang dikelola petugas angkatan bersenjata itu dibentuk untuk mempercepat proses sidang teroris,” ujar Sharif dalam pidatonya yang ditayangkan langsung televisi nasional Pakistan, kemarin. ”Serangan di Peshawar mengguncang negara. Kami tidak akan membiarkan darah mereka sia-sia,” sambungnya.

Sharif mengeluarkan keputusan itu setelah menggelar pertemuan selama 10 jam bersama pemimpin politik, angkatan bersenjata, dan badan intelijen. Pemerintah Pakistan juga akan mencoba memangkas alur finansial teroris yang mengalir dari berbagai sumber dan mencegah organisasi radikal serupa muncul dengan nama yang berbeda. Sharif juga berjanji akan melakukan aksi konkret dalam memberantas kelompok militan yang beroperasi di Punjab.

Muh shamil
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved