Sambil Lesehan, Ketua MPR Cerita Upaya 'Dinginkan' Suhu Politik
Senin, 22 Desember 2014 - 19:04 WIB
Sambil Lesehan, Ketua MPR Cerita Upaya 'Dinginkan' Suhu Politik
A
A
A
JAKARTA - Tak seperti biasanya dalam dialog maupun keterangan pers yang kerap dilakukan, Ketua MPR Zulkifli Hasan memilih untuk duduk lesehan bersama wartawan guna menyampaikan komentarnya.
Padahal, sebelumnya telah disediakan kursi untuk Zulkifli menyampaikan keterangan persnya bersama awak media di DPR. Namun, dirinya memilih duduk ala lesehan.
Dalam tanya jawab itu, politikus senior PAN ini banyak bercerita mulai dari sosialiasi empat konsensus dasar dari janji-janji kebangsaan seperti NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, Pancasila hingga cerita mengenai upayanya mendinginkan suhu politik di Tanah Air.
"Rakyat ini capek, DPR terbagi dua, partai belah duren, capek orang, lihat ribut terus," ujarnya di Gedung MPR, Senayan, Jakarta , Senin (22/12/2014).
MPR sendiri kata dia, memiliki beberapa langkah untuk memecah situasi panas politik di Indonesia, salah satunya ialah dengan menekankan silaturahmi.
"Silaturahmi, musyawarah mufakat," terangnya.
Lanjut Zulkifli, dengan silaturahmi maka situasi panas antar pemimpin partai politik (parpol) bisa mereda. Sehingga, bisa mencairkan suasana. "Kalau ketemu kan panasnya, marahnya berkurang setengah," kata dia.
Meski meyakini situas politik belakangan panas, Zulkifli menegaskan untuk kepentingan Indonesia para politikus harus tetap bersatu. "Saya yakin walaupun panas, tetapi sudah menyangkut kepentingan bangsa kita bersatu kembali," pungkasnya.
Padahal, sebelumnya telah disediakan kursi untuk Zulkifli menyampaikan keterangan persnya bersama awak media di DPR. Namun, dirinya memilih duduk ala lesehan.
Dalam tanya jawab itu, politikus senior PAN ini banyak bercerita mulai dari sosialiasi empat konsensus dasar dari janji-janji kebangsaan seperti NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, Pancasila hingga cerita mengenai upayanya mendinginkan suhu politik di Tanah Air.
"Rakyat ini capek, DPR terbagi dua, partai belah duren, capek orang, lihat ribut terus," ujarnya di Gedung MPR, Senayan, Jakarta , Senin (22/12/2014).
MPR sendiri kata dia, memiliki beberapa langkah untuk memecah situasi panas politik di Indonesia, salah satunya ialah dengan menekankan silaturahmi.
"Silaturahmi, musyawarah mufakat," terangnya.
Lanjut Zulkifli, dengan silaturahmi maka situasi panas antar pemimpin partai politik (parpol) bisa mereda. Sehingga, bisa mencairkan suasana. "Kalau ketemu kan panasnya, marahnya berkurang setengah," kata dia.
Meski meyakini situas politik belakangan panas, Zulkifli menegaskan untuk kepentingan Indonesia para politikus harus tetap bersatu. "Saya yakin walaupun panas, tetapi sudah menyangkut kepentingan bangsa kita bersatu kembali," pungkasnya.
(kri)