PSSI-Kemenpora Serius Benahi Sepakbola

Minggu, 21 Desember 2014 - 13:46 WIB
PSSI-Kemenpora Serius...
PSSI-Kemenpora Serius Benahi Sepakbola
A A A
JAKARTA - Prestasi sepak bola nasional dalam kurun waktu terakhir terus mengalami penurunan. Komitmen bersama antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) dibutuhkan untuk membenahi itu.

Pengamat sepak bola Tommy Welly mengatakan, membangun kesuksesan sepak bola nasional harus dimulai dengan konsistensi dan komitmen yang kuat dari semua pihak, khususnya stakeholder . “Kita harus konsisten, komitmen, pada pembangunan sepak bola,” ujar dia saat menjadi pembicara diskusi Polemik Sindo Trijaya bertajuk “Sepak Bola Milik Kita” di Warung Daun, Cikini, Jakarta, kemarin.

Komitmen dan konsistensi dapat dimulai dengan menentukan sistem kepelatihan yang jelas dan kompeten, fasilitas yang memadai, serta pengembangan dan pengelolaan pemain yang tepat. “Kalau mau konsisten, kita harus awali dari komponen yang pertama yaitu pelatih yang berkualitas,” lanjut Tommy.

Secara terbuka Tommy membenarkan sektor kepelatihan kurang diperhatikan para penyelenggara sepak bola. Itu bisa dilihat dari jumlah pelatih di Indonesia yang memiliki sertifikasi kepelatihan sesuai standar AFC maupun FIFA. Anggota Exco PSSI Djamal Aziz memastikan tidak ada yang ditutup-tutupi oleh pihaknya dalam menjalankan tugas. Dia pun mengajak masyarakat turut serta mengawasi persepakbolaan nasional.

“Kita sudah terbuka, ada keikutsertaan akuntan publik. Kalau ada tidak benar, laporkan ke kita, tapi dengan bukti,” kata dia. Dia setuju ada keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi dan memastikan tidak ada mafia dalam sepak bola. PSSI sepakat ada pemberangusan mafia sepak bola. “KPK silakan masuk. Kalau memang bisa menangkap penjudi mafia itu, silakan tangkap. Kita tidak pernah menutup pintu kita. Kita terbuka untuk kepentingan publik,” kata Djamal.

Djamal pun mengajak Kemenpora berbicara langsung dengan PSSI membahas persoalan sepak bola Tanah Air. Ketimbang Kemenpora membentuk Tim 9, dia ingin agar pemerintah mendengar kebutuhan organisasi sepak bola ini. “Kalau memang Menpora dengar, saya berharap stafnya dapat menyusun anggaran dan memberikan pengertian kepada Bappenas agar bisa memberikan anggaranyangcukup,” imbuhnya.

Menurut Djamal, pengembangan sepak bola butuh biaya besar dan keterlibatan banyak pihak. “Pemerintah kalau mau intervensi, harus punya kekuatan, siapkan sepak bola, fasilitas lapangan dan kebutuhan pemainnya,” tambah dia.

Dian ramdhani
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Breaking News! Kepala...
Breaking News! Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri
Refly Harun Soroti Putusan...
Refly Harun Soroti Putusan Hakim Praperadilan Roy Suryo: Hak Menggugat Tak Bisa Dibatasi
Presiden Prabowo Pimpin...
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pelantikan Perwira TNI-Polri di Istana Pagi Ini
Panglima TNI Instruksikan...
Panglima TNI Instruksikan Seluruh Prajurit Bantu Penanganan Sampah Nasional
3 Brigjen Pol Dapat...
3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026, Ini Daftar Namanya
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
Infografis
Main Layang-layang Dapat...
Main Layang-layang Dapat Menjadi Gangguan Serius KA Cepat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved