SBY Bisa Cegah Demokrat Bernasib seperti PPP dan Golkar
Minggu, 21 Desember 2014 - 12:29 WIB
SBY Bisa Cegah Demokrat Bernasib seperti PPP dan Golkar
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrat diyakini bisa terhindari dari konflik internal jika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menjadi ketua umum.
SBY diyakini bisa menghindari Partai Demokrat bernasib seperti beberapa partai lainnya seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar mengalami perpecahan unternal.
"Tampaknya untuk kongres tahun depan aman-aman saja. Apalagi kalau SBY mengumumkan dirinya akan maju, bisa. Dipastikan kader-kader lain akan mengurungkan mencalonkan dirinya di kongres 2015," ujar pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro dalam perbincangannya dengan Sindonews melalui sambungan telepon, Minggu (21/12/2014).
Siti meprediksi dalam Kongres Partai Demokrat, potensi adanya gangguan dari luar partai cukup besar. Apalagi, partai yang pernah dipimpin Anas Urbaningrum itu posisinya saat ini tidak bersama koalisi partai pendukung Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
"Posisi Dmokrat nonblok dan tidak berkoalisi dengan KIH (Koalisi Indonesia Hebat). Demokrat dan PDIP tidak menunjukkan tanda-tanda untuk berkoalisi," tuturnya.
SBY diyakini bisa menghindari Partai Demokrat bernasib seperti beberapa partai lainnya seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar mengalami perpecahan unternal.
"Tampaknya untuk kongres tahun depan aman-aman saja. Apalagi kalau SBY mengumumkan dirinya akan maju, bisa. Dipastikan kader-kader lain akan mengurungkan mencalonkan dirinya di kongres 2015," ujar pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro dalam perbincangannya dengan Sindonews melalui sambungan telepon, Minggu (21/12/2014).
Siti meprediksi dalam Kongres Partai Demokrat, potensi adanya gangguan dari luar partai cukup besar. Apalagi, partai yang pernah dipimpin Anas Urbaningrum itu posisinya saat ini tidak bersama koalisi partai pendukung Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
"Posisi Dmokrat nonblok dan tidak berkoalisi dengan KIH (Koalisi Indonesia Hebat). Demokrat dan PDIP tidak menunjukkan tanda-tanda untuk berkoalisi," tuturnya.
(kur)