Kubu Ical Sebut Damai Bisa Terlaksana jika Ada Niat
Jum'at, 19 Desember 2014 - 15:28 WIB
Kubu Ical Sebut Damai Bisa Terlaksana jika Ada Niat
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Theo L Sambuaga mengatakan, meski kubu Agung Laksono memberi syarat rekonsiliasi yang sulit untuk dipenuhi, dia yakin damai akan terjadi.
Theo menyebutkan, untuk menuju rekonsiliasi, pondasi utama yang harus ditanamkan adalah niat berdamai dari kedua belah pihak yang tengah berseteru.
"Saya kira yang penting niat (untuk berdamai)," kata Theo di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (19/12/2014).
"Bahwa niat ini ada di dua pihak. Dari ARB (Aburizal Bakrie) dan Pak Agung ada niat untuk islah dan motivasinya kuat untuk mejaga kiprah Golkar dalam memperkuat bangsa," imbuhnya.
Dia mengungkapkan, sebenarnya kedua kubu telah memiliki modal utama untuk melakukan rekonsiliasi. Teman satu organisasi dan memiliki acuan AD/ART yang masih eksis hingga saat ini, adalah salah satu modal utama.
"Modal islah kita, sama-sama kita ini satu kapal, satu tim. Modal acuannya AD/ART yang masih eksis sampai sekarang," ucapnya.
Seperti diketahui, wacana rekonsiliasi antara kubu Agung dan Ical tengah bergulir. Agung telah menunjuk lima juru runding dan menentukan persyaratan rekonsiliasi yang harus dipenuhi pihak Ical.
Beberapa syarat tersebut di antaranya, Partai Golkar keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP), mendukung pemerintahan sah, mendukung Perppu Pilkada dan mendukung pemilihan presiden tetap dilaksanakan secara langsung.
Theo menyebutkan, untuk menuju rekonsiliasi, pondasi utama yang harus ditanamkan adalah niat berdamai dari kedua belah pihak yang tengah berseteru.
"Saya kira yang penting niat (untuk berdamai)," kata Theo di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (19/12/2014).
"Bahwa niat ini ada di dua pihak. Dari ARB (Aburizal Bakrie) dan Pak Agung ada niat untuk islah dan motivasinya kuat untuk mejaga kiprah Golkar dalam memperkuat bangsa," imbuhnya.
Dia mengungkapkan, sebenarnya kedua kubu telah memiliki modal utama untuk melakukan rekonsiliasi. Teman satu organisasi dan memiliki acuan AD/ART yang masih eksis hingga saat ini, adalah salah satu modal utama.
"Modal islah kita, sama-sama kita ini satu kapal, satu tim. Modal acuannya AD/ART yang masih eksis sampai sekarang," ucapnya.
Seperti diketahui, wacana rekonsiliasi antara kubu Agung dan Ical tengah bergulir. Agung telah menunjuk lima juru runding dan menentukan persyaratan rekonsiliasi yang harus dipenuhi pihak Ical.
Beberapa syarat tersebut di antaranya, Partai Golkar keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP), mendukung pemerintahan sah, mendukung Perppu Pilkada dan mendukung pemilihan presiden tetap dilaksanakan secara langsung.
(maf)