Dorong Masyarakat Sadar Lingkungan, PPE KLH Bentuk GAUL

Kamis, 18 Desember 2014 - 14:41 WIB
Dorong Masyarakat Sadar...
Dorong Masyarakat Sadar Lingkungan, PPE KLH Bentuk GAUL
A A A
JAKARTA - Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Jawa Kementerian Lingkuhan Hidup (KLH) berupaya menyadarkan masyarakat akan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, selain penyelenggara negara.

Upaya ini dilakukan dengan membuat gerakan peduli lingkungan yang disebut Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (GAUL).

Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa, Sugeng Priyanto mengatakan, dibentuknya GAUL berawal dari rasa keprihatinan akan tingginya tingkat kerusakan dan pencemaran lingkungan seperti deret hitung yang selalu bertambah dari hari ke hari.

Sementara, kata Sugeng selama ini upaya penyelesaia masalah tersebut hanya sebatas deret ukur sesuai kemampuan anggaran APBN dan APBD.

Dia berharap dengan dibentuknya GAUL ini mampu mendorong percepatan upaya nyata dalam mewujudkan ketahanan lingkungan dan menciptakan efek domino gerakan aksi serupa di berbagai tempat.

Salah satunya, lanjut Sugeng, bisa berdampak pada domina 15.000 Lubang Resapan Biopori, seperti melakukan konservasi air hujan sekurang-kurangnya 120.000 liter setiap penyerapan dan elakukan pengolahan sampah sekurang-kurangnya 480.000 liter sampai 720.000 liter/tahun.

“Jadi gerakan ini milik semua orang yang peduli lingkungan. Setiap orang berhak atas lingkungan bersih dan sehat,” terang Sugeng kepada wartawan, Jakarta, kamis(18/12/2014).

Menurutnya, dalam mengatasi kebersihan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kesadaran bersama arti pentingnya kebersihan lingkungan.

Maka itu, pembentukan GAUL diharapkan bisa membangun sinergi antar stakeholder dan stockholder dalam mewujudkan ketahanan lingkungan. Pembentukan GAUL ini kata dia bukan bentuk kerja sama, melainkan kerja bersama antara Pemerintah Pusat (PPE Jawa KLHK) dengan Pemerintah Daerah (Badan Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota), dengan Masyarakat, dan LSM maupun Dunia Usaha.

“Tentu kalau pembersihan lingkungan itu dilakukan secara bersama-sama, termasuk juga misalnya dengan LSM, Paguyuban, dan semacamnya semakin banyak terlibat, lingkungan itu lebih baik.” ucapnya.

Sebelumnya PPE KLH-Kehutanan juga telah merilis tingkat kerusakan lingkungan berbasis daerah aliran sungai (DAS). Dari sembilan DAS yang diriset, Kali Ciliwung menjadi sungai yang paling buruk kondisi lingkungannya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi juga pernah menyampaikan mengenai kerusakan lingkungan semakin meningkat. Maka itu pihaknya mengapresiasi langkah kementerian LH dan Kehutanan melalui PPE Jawa melakukan program gerakan aksi lingkungan.
(kur)
Berita Terkait
Upaya Mendukung Pemerintah...
Upaya Mendukung Pemerintah dalam Mencapai Net Zero Carbon
Jaga Kondisi Lingkungan,...
Jaga Kondisi Lingkungan, Jadi Awal Lahirnya Token Anagata Karya Anak Bangsa
Hutan Kota Pakansari...
Hutan Kota Pakansari Berikan Berbagai Manfaat buat Masyarakat
Kurangi Dampak Negatif,...
Kurangi Dampak Negatif, Perlunya Produk Ramah Lingkungan
Sinergi Winmar Holding...
Sinergi Winmar Holding dan Beca Sci Tech Ciptakan Energi Ramah Lingkungan
Legislator Jabar: Konservasi...
Legislator Jabar: Konservasi Alam Mutlak Harus Dilakukan
Berita Terkini
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Infografis
PPN Naik Jadi 12%, Masyarakat...
PPN Naik Jadi 12%, Masyarakat Beralih ke Frugal Living
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved