Atasi Konflik Golkar, Agung Cs Tunjuk 5 Juru Runding
Rabu, 17 Desember 2014 - 19:11 WIB
Atasi Konflik Golkar, Agung Cs Tunjuk 5 Juru Runding
A
A
A
JAKARTA - Rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar versi Munas Jakarta memutuskan untuk menunjuk lima orang juru runding, yang akan berkomunikasi dengan kubu Aburizal Bakrie (Ical).
"Juru runding ada lima orang," kata Ketua DPP Partai Golkar Bidang Komunikasi Leo Nababan di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (17/12/2014).
"Yaitu, Priyo Budi Santoso, Yoriis Raweyai, Andi Mattalata, Agun Gunarsa, dan Ibnu Munzir. Itu juru runding pleno yang menyepakati," imbuhnya.
Menurut Leo, kelima juru runding tersebut bertugas mengomunikasikan poin penting dalam proses rekonsiliasi dengan kubu Ical.
Dia menegaskan, dalam proses perundingan nanti, pihaknya hanya membahas poin terkait visi misi yang dihasilkan Munas Jakarta dan Munas Bali.
"Yang namanya juru runding ya berunding. Pastinya yang kita rundingkan bukan soal ketua umum dan pengurusnya. Yang penting adalah subtansi dari munas," ucapnya.
Saat disinggung terkait jumlah juri runding yang lebih banyak daripada kubu Ical, Leo enggan banyak berkomentar. Menurut dia, hal demikian adalah biasa saja.
"Ya, enggak apa-apa. Biarin saja," tuturnya.
Seperti diketahui, dalam upaya rekonsiliasi antara dua belah pihak yang bertikai, Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakri (Ical) menunjuk dua orang juru runding, yaitu, Wakil Ketua Umum Syarif Cicip Sutarjo dan Ketua Harian Partai MS Hidayat.
"Juru runding ada lima orang," kata Ketua DPP Partai Golkar Bidang Komunikasi Leo Nababan di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (17/12/2014).
"Yaitu, Priyo Budi Santoso, Yoriis Raweyai, Andi Mattalata, Agun Gunarsa, dan Ibnu Munzir. Itu juru runding pleno yang menyepakati," imbuhnya.
Menurut Leo, kelima juru runding tersebut bertugas mengomunikasikan poin penting dalam proses rekonsiliasi dengan kubu Ical.
Dia menegaskan, dalam proses perundingan nanti, pihaknya hanya membahas poin terkait visi misi yang dihasilkan Munas Jakarta dan Munas Bali.
"Yang namanya juru runding ya berunding. Pastinya yang kita rundingkan bukan soal ketua umum dan pengurusnya. Yang penting adalah subtansi dari munas," ucapnya.
Saat disinggung terkait jumlah juri runding yang lebih banyak daripada kubu Ical, Leo enggan banyak berkomentar. Menurut dia, hal demikian adalah biasa saja.
"Ya, enggak apa-apa. Biarin saja," tuturnya.
Seperti diketahui, dalam upaya rekonsiliasi antara dua belah pihak yang bertikai, Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakri (Ical) menunjuk dua orang juru runding, yaitu, Wakil Ketua Umum Syarif Cicip Sutarjo dan Ketua Harian Partai MS Hidayat.
(maf)