Ical Cs Sebut KMP Jadi Poin Penting Perundingan
Rabu, 17 Desember 2014 - 13:41 WIB
Ical Cs Sebut KMP Jadi Poin Penting Perundingan
A
A
A
JAKARTA - Keberadaan Partai Golkar di dalam Koalisi Merah Putih (KMP) merupakan salah satu prinsip terpenting yang akan dibicarakan Ketua Umum versi Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical), dalam perundingan dengan kubu Agung Laksono.
Hal tersebut seperti diungkapkan juru runding kubu Ical, Sharif Cicip Sutardjo di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (17/12/2014).
"Yang lainnya sudah tidak ada masalah. Perbedaan prinsip hanya satu poinnya yaitu masalah Koalisi Merah Putih (KMP)," kata pria yang akrab disapa dengan Cicip ini.
Cicip mengatakan, pendapat Agung Laksono yang ingin membubarkan atau menyatakan Partai Golkar keluar dari KMP adalah bertentangan dengan kesepakatan yang telah dibangun jauh hari oleh Ical.
"Bukan hanya kata kesepakatan, tapi kita menyatakan kita bersama-sama di KMP. Artinya permanen kita di KMP atau koalisi permanen," ungkapnya.
"Nah ini salah satu poin yang kita harus bicarakan dengan Agung di mana kedepannya ini pandangan bisa menjadi satu," imbuhnya.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu pun meminta Agung Laksono agar tidak melihat keberadaan KMP sebagai koalisi peyeimbang yang akan selalu menyerang atau menjatuhkan pemerintah.
Komitmen menjadi penyeimbang dengan mengawal Undang Undang dan masalah anggaran, lanjut Cicip, sudah diyatakan KMP sejak pertama kali dibentuk.
"Kalau tidak mengawasi atau mengeritik jalannya pemerintahan atau mendorong, memberikan solusi, itu juga malah tidak baik," tutup Cicip.
Hal tersebut seperti diungkapkan juru runding kubu Ical, Sharif Cicip Sutardjo di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (17/12/2014).
"Yang lainnya sudah tidak ada masalah. Perbedaan prinsip hanya satu poinnya yaitu masalah Koalisi Merah Putih (KMP)," kata pria yang akrab disapa dengan Cicip ini.
Cicip mengatakan, pendapat Agung Laksono yang ingin membubarkan atau menyatakan Partai Golkar keluar dari KMP adalah bertentangan dengan kesepakatan yang telah dibangun jauh hari oleh Ical.
"Bukan hanya kata kesepakatan, tapi kita menyatakan kita bersama-sama di KMP. Artinya permanen kita di KMP atau koalisi permanen," ungkapnya.
"Nah ini salah satu poin yang kita harus bicarakan dengan Agung di mana kedepannya ini pandangan bisa menjadi satu," imbuhnya.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu pun meminta Agung Laksono agar tidak melihat keberadaan KMP sebagai koalisi peyeimbang yang akan selalu menyerang atau menjatuhkan pemerintah.
Komitmen menjadi penyeimbang dengan mengawal Undang Undang dan masalah anggaran, lanjut Cicip, sudah diyatakan KMP sejak pertama kali dibentuk.
"Kalau tidak mengawasi atau mengeritik jalannya pemerintahan atau mendorong, memberikan solusi, itu juga malah tidak baik," tutup Cicip.
(maf)