Kubu Ical Sebut Jalan Rekonsiliasi Masih Terbuka Lebar
Rabu, 17 Desember 2014 - 11:50 WIB
Kubu Ical Sebut Jalan Rekonsiliasi Masih Terbuka Lebar
A
A
A
JAKARTA - Juru runding Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakri (Ical), Sharif Cicip Sutardjo mengatakan, peluang rekonsiliasi antara dua kubu terbuka lebar.
Apalagi, kata dia, setelah putusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly yang masih mengakui kepengurusan hasil Munas VIII di Riau.
"Kan sudah diakui pemerintah Munas DPP versi ke VIII di Riau. (Rekonsiliasi) terbuka, enggak ada masalah. Kita akan ada rapat," kata Cicip di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (17/12/2014).
Meski jalan rekonsiliasi terbuka lebar, Cicip menyebutkan, ada beberapa poin perbedaan yang harus dimusyawarahkan dalam proses internal tersebut.
"Rekonsiliasi itu kan ada beberapa poin dan program masalah yang semuanya belum tentu akan kita sebut. Jadi kalau penggabungan, kita enggak ada masalah. Sekarang saja, mereka (kubu Agung Laksono) juga ada di kepengurusan hasil Munas ke VIII," kata Cicip.
"Saya berdua dengan MS Hidayat ditunjuk untuk menuju pada kesepakatan atau rekonsiliasi. Sampai di mana itu, kita bicara-bicara dulu. Nanti kita akan bertemu dengan Pak Agung," imbuhnya.
Apalagi, kata dia, setelah putusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly yang masih mengakui kepengurusan hasil Munas VIII di Riau.
"Kan sudah diakui pemerintah Munas DPP versi ke VIII di Riau. (Rekonsiliasi) terbuka, enggak ada masalah. Kita akan ada rapat," kata Cicip di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (17/12/2014).
Meski jalan rekonsiliasi terbuka lebar, Cicip menyebutkan, ada beberapa poin perbedaan yang harus dimusyawarahkan dalam proses internal tersebut.
"Rekonsiliasi itu kan ada beberapa poin dan program masalah yang semuanya belum tentu akan kita sebut. Jadi kalau penggabungan, kita enggak ada masalah. Sekarang saja, mereka (kubu Agung Laksono) juga ada di kepengurusan hasil Munas ke VIII," kata Cicip.
"Saya berdua dengan MS Hidayat ditunjuk untuk menuju pada kesepakatan atau rekonsiliasi. Sampai di mana itu, kita bicara-bicara dulu. Nanti kita akan bertemu dengan Pak Agung," imbuhnya.
(maf)