Wujudkan Reforma Agraria

Selasa, 16 Desember 2014 - 09:17 WIB
Wujudkan Reforma Agraria
Wujudkan Reforma Agraria
A A A
Dalam beberapa dekade terakhir, luas lahan pertanian di Indonesia terus menyusut. Laju degradasi lahan pertanian mencapai 113.000 hektar per tahun. Kondisi yang mengakibatkan upah harian petani tergolong paling rendah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, per Oktober lalu, upah harian yang diterima petani rata-rata Rp42.000 per hari secara nasional. Kenyataan tersebut telah mengonfirmasi bahwa petani di Indonesia masih terjebak dalam kemiskinan akut. Selain itu, petani saat ini masih terkendala dalam beberapa hal.

Pertama, modal. Di negara tetangga, pertanian mendapatkan perhatian penuh pemerintah setempat. Kedua, ketersediaan bibit unggulan. Idealnya, untuk mencapai atau menghasilkan panen maksimal, maka ketersediaan bibit unggulan adalah syarat mutlak. Ketiga, infrastruktur. Pemerintah harus turun tangan membantu membenahi infrastruktur pertanian agar produksi pertanian meningkat.

Salah satu caranya dengan memecahkan masalah irigasi. Selama ini, banyak petani yang hanya mengandalkan air hujan. Akibatnya, panen dalam setahun hanya bisa dilakukan satu kali. Para petani rela berjemur di bawah panasnya terik matahari, berjuang untuk diri sendiri, keluarga, dan kepentingan rakyat Indonesia.

Tak akan ada alasan bagi pemerintah ke depan untuk menelantarkan nasib para petani Indonesia. Kita harus becermin pada Jepang. Petani dihormati sebagai sosok yang berharga bak pejabat. Semoga dengan adanya reforma agraria dapat meningkatkan derajat petani Indonesia. Reforma agraria sejatinya merupakan langkah konkret dan futuristik.

Melalui reforma agraria, ada jaminan kepastian penyediaan lahan untuk sektor pertanian. Lebih dari itu, reforma agraria juga dapat mengembalikan Indonesia menjadi “Macan Asia”. Jika tantangan sektor pertanian mampu diselesaikan, maka implikasinya adalah kemajuan ekonomi Indonesia tidak sekedar katakata yang mandeg dalam sebuah wacana saja. Hidup Petani Indonesia! Wallahu aWallahu alam bi al-Shawab.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved