Diduga Ada 3 Penyumbang Fiktif Jokowi-JK Saat Pilpres 2014

Senin, 15 Desember 2014 - 16:31 WIB
Diduga Ada 3 Penyumbang...
Diduga Ada 3 Penyumbang Fiktif Jokowi-JK Saat Pilpres 2014
A A A
JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) melakukan penelusuran terhadap penerimaan dana kampanye kedua pasang kandidat pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Hasil penelusuran ICW, ada tiga penyumbang pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) diduga fiktif.

"Satu dari perorangan dan dua penyumbang dari perusahaan," kata Koordinator Monitoring ICW Firdaus Ilyas saat merilis hasil temuan ICW di Hotel Sari Pan Pacifik, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2014).

Meski demikian, dari faktor ekonomi sebagai penyumbang, seluruhnya dianggap mampu secara ekonomi sebagai penyumbang dengan besaran menyumbang diatas Rp20 juta.

"Serta ada delapan orang penyumbang yang tidak menyumbang sesuai dengan nominal ketika dikonfirmasi oleh para enumerator (surveyor)," ujarnya.

Selanjutnya, kata Firdaus, dari total 52 penyumbang pasangan Jokowi-JK, terdapat 21 penyumbang diindikasikan memiliki relasi bisnis dengan kandidat.

Katanya, tujuh penyumbang yang mempunyai relasi bisnis dengan penyumbang dari perusahaan. "Sedangkan 14 penyumbang yang memiliki relasi dengaan kandidat adalah dari perseorangan," ungkapnya.

Ada hal yang menarik berdasarkan penelusuran ICW yaitu, ditemukan dari keseluruhan penyumbang yang ditelusuri oleh enumator, tidak ada satupun penyumbang yang dapat menunjukkan bukti para penyumbang telah menyumbang.

Dalam penelusurannya, ICW menggunakan model sampling dilakukan dengan melihat besaran sumbangan di atas Rp20 juta dan berdomisili di wilayah Jabodetabek.

Data yang digunakan ICW pada penerimaan dana kampanye bersumber dari laporan penerimaan dana kampanye tahap 1 dan 2 serta hasil laporan audit dana kampanye, yang kedua datanya bersumber dari KPU. Waktu tempuh penelusuran dilakukan pada rentang Agustus sampai September 2014.
(kri)
Berita Terkait
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Pilpres 2024, Jokowi:...
Pilpres 2024, Jokowi: Pada Saatnya Saya Akan Berbicara
Jokowi Minta Pendukungnya...
Jokowi Minta Pendukungnya Tidak Grasa-grusu Hadapi Pilpres 2024
Kontestasi Pilpres 2024...
Kontestasi Pilpres 2024 Mulai Terbuka, Pemerintahan Jokowi Bakal Kena Efek
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
Berita Terkini
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved