Daerah Selektif Terapkan Kurikulum

Jum'at, 12 Desember 2014 - 10:16 WIB
Daerah Selektif Terapkan...
Daerah Selektif Terapkan Kurikulum
A A A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta daerah untuk melakukan seleksi kesiapan sekolah melaksanakan Kurikulum 2013. Langkah tersebut sebagai bagian dari evaluasi yang kini sedang dilakukan pemerintah.

Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Timur yang menyatakan tetap akan memakai Kurikulum 2013 harus diuji secara komprehensif. Pasalnya, Kemendikbud sudah menetapkan hanya 6.221 sekolah yang akan melanjutkan Kurikulum 2013.

“Ya, daerah harus realistis untuk mengusulkan mana sekolah yang maju (Kurikulum 2013) atau tidak. Kalau semua sekolah diusulkan, ya akan susah juga. Yang di luar keputusan pak menteri (6.221 sekolah) akan ditangani case by case oleh kami. Karena mungkin saja sekolah itu belum siap untuk melaksanakan Kurikulum 2013,” katanya di kantor Kemendikbud kemarin.

Hamid menjelaskan, bagi kasus khusus seperti itu kemungkinan akan ada kebijakan khusus yang sifatnya diskresi dari Mendikbud Anies Baswedan. Namun seperti apa diskresinya dia meminta, hanya Mendikbud yang secara khusus menjawab tentang itu. Hamid mengakui memang sudah banyak pemerintah daerah yang mengusulkan sekolah mana yang pantas melanjutkan Kurikulum 2013.

Termasuk juga sekolah swasta yang baru menerapkan Kurikulum 2013 selama satu semester, namun persiapannya dilakukan sejak lama karena mereka melatih guru sejak 2013 lalu. Akan tetapi, Hamid menekankan tidak boleh sembarang sekolah melaksanakan Kurikulum 2013 sehingga Kemendikbud akan memvalidasi secara khusus kesiapan sekolah tersebut.

Dirjen menjelaskan, validasi yang dilakukan mencakup aspek manajemen sekolah yakni apakah kepala sekolah mampu memimpin pelaksanaan Kurikulum 2013 hingga akhir. Lalu apakah semua gurunya sudah dilatih atau tidak. Kemendikbud tidak akan memberi izin jika gurunya saja masih belum memahami aspek penilaian siswa seperti yang selama ini dikritisi masyarakat.

Selain itu, Kemendikbud juga akan melihat adakah anggaran baru yang dibebankan ketika Kurikulum 2013 itu berjalan. Pemerintah juga akan meminta dukungan dari orang tua tentang keberlanjutan kurikulum di sekolah tersebut. Ketua Umum PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo berpendapat memang harus ada seleksi yang detail dari Kemendikbud untuk memvalidasi sekolah yang siap.

Jangan sampai ada modus bisnis dalam penunjukan sekolah yang siap tersebut. Pasalnya, sekolah pasti akan menyatakan kesiapan melaksanakan kurikulum 2013 untuk menjaring sebanyak-banyaknya siswa untuk mendaftar ke sekolah tersebut. “Ini masalah kejujuran di dunia pendidikan,” ujarnya.

PGRI selaku organisasi yang menaungi 3,2 juta guru memang kemarin sudah menyatakan sikapnya untuk mendukung kebijakan mendikbud yang akan memperbaiki kurikulum namun dengan beberapa catatan. Pertama, revisi Kurikulum 2013 hendaknya jangan parsial karena perbaikan kurikulum ini akan memakan waktu lama.

Dampak terburuk, ujar dia, adanya dualisme pembelajaran yang mengarah ke diskriminasi menyusul pemerintah hanya menunjuk 6.221 sekolah yang mayoritas eks RSBI. Kedua, sekolah yang menjalankan Kurikulum 2013 hendaknya telah tersedia perangkat kurikulum yang lengkap dan guru sudah terlatih dengan baik. Kemendikbud harus tegas untuk tidak memberi izin bagi sekolah yang belum siap atau baru menjalankan satu semester. Usulan ketiga, ujarnya, pemberlakuan kurikulum sebaiknya dimulai pada semester ganjil tahun ajaran 2015/201.

Neneng zubaidah
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Infografis
Daerah Asal dan Tujuan...
Daerah Asal dan Tujuan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved