Gemerlap Parade di Dunia, dari Rio hingga Meksiko

Minggu, 07 Desember 2014 - 11:00 WIB
Gemerlap Parade di Dunia,...
Gemerlap Parade di Dunia, dari Rio hingga Meksiko
A A A
Festival kota terbukti efektif mendatangkan wisatawan di berbagai belahan dunia. Brasil, Meksiko, Spanyol, dan masih banyak negara lain yang menyajikan budaya mereka melalui kemerahan festival setiap tahunnya.

Negara mereka pun kadang identik dengan pestapesta ikonik itu. Sebutlah misalnya Festival San Fermin atau Festival Bull- Run, sebuah pergelaran tahunan yang menampilkan banteng lari di jalanan kota Spanyol. Setiap tahun, banyak wisatawan datang hanya untuk melihat sekaligus berlari bersama banteng.

Ini merupakan salah satu festival yang menjadi ciri khas Negeri Matador dan diakui dunia. Nun jauh di Amerika Latin, Brazilian Carnival tak dapat dimungkiri jadi magnet wisatawan dunia. Festival tahunan ini menghadirkan ribuan orang dengan memakai kostum bervariasi dari berbagai wilayah Brasil. Festival ini tidak hanya berpusat di Rio de Janeiro, tetapi juga Sao Paulo dan Vitoria.

Goyang samba dari wanita-wanita Brasil yang ikut dalam parade itu jadi salah satu daya tarik. Meksikoseolahtidakmaukalah. Beragam karnaval rutin digelar negara ini. Sebut saja festival balon udara yang menampilkan balon beterbangan dengan berbagai hiasan indah. Ada juga Pasadena Doo Dah Parade, festivalbungamawaryangterkenal di dunia.

Yang juga unik, pada November lalu, Meksiko menggelar Hari Orang Mati (Día de los Difuntos), ini merupakan Hallowen ala Meksiko. Sejumlah negara mengakui bahwa festival cukup efektif mengundang wisatawan untuk datang. Pengakuan ini misalnya datang dari Pemerintah Osaka Jepang yang pada musim panas rutin menggelar tiga festival, salah satunya Aizen Festival.

Festival yang rutin diadakan pada 30 Juni hingga 2 Juli ini memiliki sejarah panjang dan menjadi festivalmusimpanastertuadiJepang. “Festival ini ramai dengan orang-orang dari seluruh Jepang, mengangkat roh pada musim panas terik Osaka,” bunyi pernyataan pemerintah Prefektur Osaka.

Managing Director TX Travel Anton Thedy menilai pariwisata Indonesia tertinggal jauh dibandingkan negara-negara lain, baik dari segi infrastruktur, bahasa, makanan hingga bujet promosi dan lainnya. Ketertinggalan ini akan sulit untuk dikejar dalam waktu dekat. “Kita tertinggal sekitar 5-7 tahun dari negara lain. Kondisi ini juga membuat wisatawan asing kurang menarik bagi kami,” kata Anton kepada KORAN SINDO kemarin.

Anton mencontohkan, banyak infrastruktur jalan yang sulit mengakses tempat wisata. Selain itu banyak makanan yang memang tidak cocok dengan lidah wisatawan asing. Dari sisi bahasa, masyarakat banyak yang tidak mengerti bahasa asing, terutama bahasa di luar bahasa Inggris. Padahal jika dilihat dari potensi alam, Indonesia sangat kaya.

Dia mencontohkan Wakatobi yang memiliki 80% populasi terumbu karang dunia. Di daerah ini ada sekitar 700 jenis terumbu karang dari sekitar 800 terumbu karang yang ada di dunia. Melihat kondisi demikian, tidak mengherankan jika Anton lebih tertarik ke wisatawan domestik. Berdasarkan data 2013, jumlah wisatawan asing hanya sekitar 8,5 juta jiwa, sedangkan wisatawan domestik yang tercatat di semua bandara di Indonesia ada sekitar 89 juta jiwa.

“Ini merupakan pasar potensial yang layak untuk digarap. Apalagi wisatawan domestik umumnya suka membeli oleh-oleh, berbeda dengan wisatawan asing yang enggan membeli,” katanya. Jika ingin mengejar wisatawan luar negeri, perlu terobosan yang sangat besar. “Berbagai upaya termasuk dengan cara menggelar festival bisa saja dilakukan, tapi apakah efektif atau tidak tergantung pada aspek lain seperti infrastruktur, promosi,” kata dia.

Islahuddin
(bbg)
Berita Terkait
Jabatan Apa pun yang...
Jabatan Apa pun yang Diemban, Milenial Harus Punya Integritas
Puasa di Tengah Pandemi...
Puasa di Tengah Pandemi Covid-19, Jaga Gizi Seimbang dan Berpikir Positif
iPhone Bakal Dibekali...
iPhone Bakal Dibekali Kamera Periskop di 2020
Menghadapi Ujian pada...
Menghadapi Ujian pada Hari Kemenangan
New Normal, Kebutuhan...
New Normal, Kebutuhan Alat Olah Raga Baru Meningkat
Bertahan di Tengah Pandemi,...
Bertahan di Tengah Pandemi, Pengusaha Dituntut Kreatif untuk Survive
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved