Perppu Pilkada Jadi Ujian Soliditas KMP

Sabtu, 06 Desember 2014 - 07:43 WIB
Perppu Pilkada Jadi...
Perppu Pilkada Jadi Ujian Soliditas KMP
A A A
JAKARTA - Keputusan Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar yang menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Pemilihan Kepala Daerah (Perppu Pilkada) menjadi ujian bagi soliditas Koalisi Merah Putih (KMP).

"Salah satu ujian KMP ini pada perppu. Kalau mereka (partai-partai koalisi KMP) solid menolak maka akan kuat sampai ke daerah-daerah, ini pertarungan yang tidak mudah," ujar pengamat politik Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf, Jumat 5 Desember 2014.

Menurut Asep, jika KMP konsisten dengan niat awal bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD maka harusnya menolak.

Kendati begitu, lanjut dia, semuanya itu tergantung pada paradigma yang berkembang.

Asep menduga, sikap politik Partai Golkar yang menolak Perppu Pilkada sudah melalui komunikasi politik antara pimpinan partai koalisi.

Apalagi, kata dia, saat pembukaan munas sejumlah pimpinan partai seperti Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, Ketua Umum PPP Djan Faridz dan sebagainya.

"Sinyal-sinyal itu sudah ada bahwa Golkar tetap di KMP dan akan menyatakan sikap seperti itu, makanya Golkar berani menolak. Golkar juga tidak mau dipermalukan sendiri, dan tidak ingin kehilangan soliditasnya di KMP, sehingga saat menyatakan itu Golkar sudah mendapat back up dari partai koalisi," paparnya.

Pada Pemilu 2019 mendatang, kata Asep, mekanisme pemilihan presiden dan pemilihan legislatif akan dilangsungkan secara serentak.

Oleh Karena itu, kata dia, kekuatan partai harus dibangun mulai dari daerah-daerah yang dikuasainya. Apabila KMP seperti di pusat maka soliditasnya akan sangat kuat.

"Kalau KMP dibangun sampai ke daerah-daerah maka peta politik akan menguntungkan mereka karena dipilih melalui DPRD itu sah-sah saja tidak melanggar etika dan ini memudahkan KMP dalam menguasai pimpinan di daerah-daerah. Tinggal Koalisi Indonesia Hebat (KIH) bisa tidak menghadangnya,"
tuturnya.

Asep menilai Partai Golkar, Partai Keadilan Sosial (PKS) dan Partai Gerindra akan tetap solid di KMP.

Lain halnya dengan Partai Amanat Nasional (PAN), Asep menilai Perppu Pilkada akan menjadi dilema bagi partai yang dipimpin Hatta Rajasa ini.

Menurut dia, PAN akan memilih apakah akan loyal kepada ketua umum yang dekat dengan Partai Demokrat (PD) atau tetap loyal kepada KMP.

"PAN pendulumnya mau dibawa kemana? Saya lihat jauh lebih strategis ke KMP daripada ke Demokrat karena Demokrat sudah tidak sekuat dulu. Apalagi pada 2015 akan dicari ketua umum baru," jelasnya.

Belum lagi, pernyataan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa yang yang saat itu menjadi juru bicara KMP dan mengumumkan bahwa KMP akan menjadi koalisi permanen.
(dam)
Berita Terkait
Perludem Sebut Kerangka...
Perludem Sebut Kerangka Hukum Pilkada 2024 Potensi Bermasalah
PKB Tolak Revisi UU...
PKB Tolak Revisi UU Pilkada karena Belum Dijalankan 100 Persen
Pernah Ngotot Gelar...
Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Demonstrasi Tolak Revisi...
Demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada di Malang Ricuh, 2 Polisi dan 3 Jurnalis Terluka
DPR Bakal Sahkan Revisi...
DPR Bakal Sahkan Revisi UU Pilkada Jadi UU Hari Ini
Aksi Ratusan Mahasiswa...
Aksi Ratusan Mahasiswa Tolak Revisi UU Pilkada di Palembang
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved