Pemberian 19 Kali Remisi Pollycarpus Tidak Tepat

Selasa, 02 Desember 2014 - 16:03 WIB
Pemberian 19 Kali Remisi...
Pemberian 19 Kali Remisi Pollycarpus Tidak Tepat
A A A
JAKARTA - Pemberian remisi terhadap terpidana kasus pumbunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Prijanto dinilai sebagai tindakan yang tidak tepat.

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengatakan, untuk kejahatan yang dipandang luar biasa oleh masyarakat, pemberian remisi tidak cukup hanya mempertimbangkan yang sifatnya standar, sebagaimana diterapkan untuk kejahatan biasa.

"Pemberian remisi yang 19 kali itu tampaknya hanya didasarkan pada prosedur standar saja," kata Arsul kepada Sindonews di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2014).

Karena putusan pembebasan bersyarat Pollycarpus sudah diambil, politikus dari Fraksi PPP itu mendesak, agar Ditjen Lapas sebagai pengawas atas pembebasan bersyarat itu harus memantau benar perilaku yang bersangkutan.

"Begitu ada pelanggaran maka pembebasan bersyarat harus ditinjau kembali," ucap Arsul.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pollycarpus telah bebas dari Lembaga Pemsyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu 29 November 2014.

Polly, sapaan Pollycarpus menjalani hukuman lebih cepat dari vonis hakim selama 14 tahun penjara.

Mantan pilot Garuda Indonesia itu bisa cepat bebas karena mendapatkan banyak potongan hukuman. Total keseluruhan yang bersangkutan mendapat 19 kali remisi dengan total 51 bulan 80 hari.
(maf)
Berita Terkait
Aksi Soliditas untuk...
Aksi Soliditas untuk Munir
Aksi 21 Tahun Kasus...
Aksi 21 Tahun Kasus Munir: Aktivis Desak Komnas HAM Tetapkan Pelanggaran Berat HAM
KASUM Harap Meninggalnya...
KASUM Harap Meninggalnya Pollycarpus Tidak Menghentikan Penyelesaian Kasus Munir
Suciwati Ungkap Fatka-fakta...
Suciwati Ungkap Fatka-fakta Kematian Munir ke Komnas HAM
Refleksi Mengenang Kematian...
Refleksi Mengenang Kematian Munir
Aksi Kamisan Mengenang...
Aksi Kamisan Mengenang 18 Tahun Kematian Kasus Munir
Berita Terkini
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Pakar Hukum: Penetapan...
Pakar Hukum: Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa Asal Ada 2 Alat Bukti
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
10 Tahun Arbitrase Laut...
10 Tahun Arbitrase Laut China Selatan Tak Mempan, Saatnya Mulai Perundingan COC
Kebijakan Kemenhut Dinilai...
Kebijakan Kemenhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved