Konferensi Nasional Komunikasi Respons Politik Indonesia

Rabu, 19 November 2014 - 21:37 WIB
Konferensi Nasional...
Konferensi Nasional Komunikasi Respons Politik Indonesia
A A A
LOMBOK - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Amin mengatakan, Indonesia telah berhasil menjadi negara demokrasi, karena telah menyelesaikan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) dengan sukses dan damai.

Hal itu dikatakan Amin saat membuka acara Konferensi Nasional Komunikasi bertajuk Masa Depan Komunikasi, Masa Depan Indonesia, di Rinjani Ballroom, Hotel Lombok Raya, Lombok, NTB.

“Melalui pileg terpilih 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai saluran aspirasi komunikasi politik bagi partai politik dan rakyat memilihnya," kata Amin lewat pers rilis kepada Sindonews, Rabu (19/11/2014).

"Hal ini dapat dilaksanakan karena adanya sosialisasi yang baik dengan campur tangan tata cara komunikasi," imbuhnya.

Ketua Panitia Endah Murwarni mengatakan, Konferensi Nasional Komunikasi ini diadakan oleh Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) yang ingin memberi ide serta pandangan guna membangun Indonesia lebih baik.

"Konferensi Nasional Komunikasi ini juga merupakan sumbangan insan komunikasi Indonesia
bagi masa depan Indonesia," ucapnya.

"Pemaparan 180 makalah yang dibahas dalam Konferensi Nasional Komunikasi mempunyai relevansi yang tinggi untuk diteruskan kepada pemerintah, berbagai pihak yang berwenang dan disebarluaskan kepada masyarakat," tambahnya.

Ketua Umum ISKI Pusat Yuliandre Darwis menambahkan, tata kelola komunikasi nasional juga harus menjadi prioritas pemerintahan baru. Menurutnya, pemerintah baru harus mampu mengelola harapan publik yang begitu tinggi dan menjaga modal sosial berbentuk publik riset.

"Optimalisasi akses informasi dari pemerintah untuk masyarakat, sosialisasi program jangka pendek, menengah dan panjang secara sistematis, kanal aduan, sinergi komunikasi antar lembaga pemerintah, komunikasi strategis terkait isu kontekstual yang muncul ndari kondisi yang membutuhkan respons cepat pemerintah," ungkapnya.

Diakuinya, ISKI akan terus bertekad memantau dan membantu mewujudkan itu dengan meningkatkan potensi ilmu komunikasi Indonesia yang makin khusus, antardisiplin, namun membumi dalam konteks kehidupan Pancasila.

Konferensi tersebut dihadiri sekitar 300 guru besar, dosen komunikasi, praktisi, serta para profesional komunikasi.
(maf)
Berita Terkait
Masa Depan Politik di...
Masa Depan Politik di Indonesia: Politik Dinasti?
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Diwarnai Politik Identitas
Politik Santuy atau...
Politik Santuy atau Politik Baperan
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Crab Mentality Penggerus...
Crab Mentality Penggerus Soliditas Bangsa
Berita Terkini
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved