Ical Tunggu Dukungan 2/3 DPD

Rabu, 19 November 2014 - 13:43 WIB
Ical Tunggu Dukungan...
Ical Tunggu Dukungan 2/3 DPD
A A A
YOGYAKARTA - Pencalonan kembali Aburizal Bakrie (Ical) sebagai ketua umum DPP Partai Golkar semakin menguat. Namun, dua kandidat lain tetap optimistis mampu bersaing pada musyawarah nasional (munas) partai itu.

Dua calon ketua umum DPP tersebut adalah MS Hidayat dan Priyo Budi Santoso. MS Hidayat mengaku siap menjadi nakhoda Partai Golkar sekaligus membantah mundur dari bursa calon. Dia mengaku tidak akan mundur apalagi melimpahkan suaranya untuk memuluskan jalan Ical sebagai calon ketua umum kali kedua.

”Kalau mundur, ngapain saya di sini?” kata mantan menteri perindustrian ini di lokasi Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) VII Partai Golkar, Hotel Melia Purosani, Yogyakarta, kemarin. Sementara itu, Ical mengaku masih menunggu dukungan konkret 2/3 dewan pimpinan daerah (DPD) se-Indonesia.

”Kami lihat dulu. Tapi, kalau dukungan DPD lebih dari 2/3, tidak baik bagi seorang kader kalau tidak meluangkan waktunya untuk partai,” katanya seusai pembukaan rapimnas. Dia berharap penyelenggaraan rapimnas mampu memberikan solusi berbagai permasalahan bangsa.

Isu-isu pokok yang perlu dikedepankan dalam menjawab permasalahan bangsa antara lain mengenai persoalan ketahanan energi, kemandirian ekonomi, polemik UU MD3, hingga mengkritisi kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Rapimnas VII juga harus mampu memberikan keputusan politik mengenai aspek pembangunan demokrasi, sumber daya manusia (SDM), pertahanan, keamanan, dan hubungan luar negeri.

Meski menjadi kekuatan penyeimbang di Koalisi Merah Putih (KMP), Golkar tak ingin pembangunan nasional di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo terganggu oleh dinamika politik atau kepentingan pragmatis jangka pendek. ”Jika gangguan itu berhasil, rakyat akan menderita karena mengalami kesulitan hidup akibat tidak terpenuhinya kebutuhan dasar mereka,” ungkapnya.

Menurut dia, pembangunan ekonomi yang dilakukan pemerintah saat ini perlu memperhatikan aspek kerakyatan. Pertumbuhan ekonomi yang tidak berbasis kerakyatan hanya mengakibatkan disparitas pembangunan, meningkatkan angka kemiskinan serta pengangguran.

Partai Golkar ingin menghadirkan rumusan berbagai agenda yang diharapkan mampu memengaruhi dinamika kebangsaan serta memperkuat sistem presidensial yang efektif. Persoalan pokok kebangsaan, menurut dia, perlu menjadi prioritas di samping membahas berbagai pokok pikiran yang akan disampaikan dalam rangka mempersiapkan Munas IX Golkar.

Kandidat lain, Priyo Budi Santoso, mengaku sudah mendapat dukungan 380 dari 560 DPD di seluruh Indonesia. Dukungan itu didapatkan secara tertulis dengan kertas kop DPD ditandatangani ketua dan sekretaris. Dengan begitu, dia menyarankan pemilihan ketua umum tidak didesain aklamasi.

”Meski Pak Ical didukung sekitar 400 DPD. Seandainya itu benar, harus kita hormati. Tapi, calon lain juga punya dukungan,” sebutnya. Sementara itu, Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman mengatakan, pihaknya mengambil sikap netral sebagai tuan rumah rapimnas.

”Kami melayani sebaik-baiknya peserta dan semuacalonketuaumum,” katanya. Koordinator Forum Komunikasi DPD Partai Golkar Se-Indonesia ini mengakui, 32 DPD tingkat provinsi di seluruh Indonesia sudah menyatakan siap mendukung Ical maju lagi. ”Sebelum rapimnas tinggal dua yang belum menyatakan sikap yakni Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan,” sebutnya.

Dia tidak menampik dukungan DPD kepada Ical karena tidak ingin kehilangan arsitek KMP. ”Kami menginginkan berada di luar pemerintah sehingga kami tidak ingin kehilangan kepemimpinan Pak Ical sebagai arsitek KMP,” ungkapnya.

Sultan Gelar Pertemuan Tertutup

Sesepuh Partai Golkar Sultan Hamengku Buwoni X melakukan pertemuan tertutup dengan Priyo Budi Santoso. Pertemuan Sultan dengan Priyo dilakukan di kediaman Sultan di Keraton Kulon, Yogyakarta, sekitar pukul 22.30 WIB. Seharusnya pertemuan dilakukan pukul 20.00 WIB.

Sultan rela menunggu hingga pukul 22.30 WIB karena menurutnya Priyo adalah sahabat lama. Usai pertemuan, Sultan mengatakan bahwa regenerasi kepemimpinan di Partai Golkar harus ada. Karena itu, Sultan mendorong anak muda Golkar muncul untuk memimpin Partai Golkar. Sultan mengatakan batas kekuasaan di Partai Golkar hanya lima tahun.

Priyo mengatakan, pertemuannya dengan Sultan hanya membicarakan berbagai permasalahan bangsa secara nasional. Selain akan bersaing dengan Ical, Priyo juga akan berkompetisi dengan sejumlah kandidat lain seperti MS Hidayat, Agung Laksono, Agus Gumiwang Kartasasmita, Airlangga Hartarto, dan Zainuddin Amali.

Ridwan anshori/Ant
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved