Penyerobotan Busway Tinggi

Senin, 17 November 2014 - 15:47 WIB
Penyerobotan Busway...
Penyerobotan Busway Tinggi
A A A
JAKARTA - Pelanggaran lalu lintas berupa menerobos jalur bus Transjakarta (busway ) di Ibu Kota masih tinggi.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat selama Januari-November tercatat 42.286 lebih kendaraan ditilang karena menerobos busway. Kemungkinan besar jumlah pelanggaran tersebut semakin banyak hingga akhir tahun. Pelanggaran terbanyak terjadi di koridor IX (Pinangranti- Pluit) dengan 14.088 kasus dan koridor III (Kalideres-Harmoni) dengan pelanggaran mencapai 11.049 kasus.

Terbanyak ketiga di koridor I (Blok M-Kota) dengan 8.800 kasus pelanggaran. Disusul koridor V (Kampung Melayu-Ancol) dengan pelanggaran 4.098 kasus. ”Kemudian di koridor VI (Ragunan- Dukuh Atas) sebanyak 2.141 kasus dan di koridor X (Tanjung Priok-Cililitan) dengan pelanggaran sebanyak 2.030 kasus,” kata Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono kemarin.

Jumlah pelanggaran tersebut didapat dari hasil tilangan petugas lalu lintas di lapangan selama operasi. ”Tetapi, kenyataannya bisa saja lebih dari itu karena tidak semua jalur itu bisa kita jaga,” tuturnya. Sementara sepanjang 2013 total pelanggaran di busway mencapai 70.620 kasus. Pelanggaran terbanyak terjadi di koridor IX (Pinangranti-Pluit) sebanyak 22.660 kasus.

Pelanggaran terbanyak kedua terjadi di koridor III (Kalideres-Harmoni) dengan angka 15.251 kasus. Selanjutnya koridor V (Kampung Melayu-Ancol) dengan angka 9.272 kasus, disusul koridor X (Tanjung Priok-Cililitan) sebanyak 8.325 kasus. Terakhir pelanggaran di koridor I (Blok M-Kota) sebanyak 8.213 kasus. ”Penindakan akan terus kita lakukan sampai busway benarbenar bersih (steril),” ucapnya.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Pargaulan Butar-Butar mengakui sterilisasi busway yang dilakukan Polda Metro Jaya tidak efektif dan tidak memberikan efek jera kepada pelanggar. Salah satu tolok ukurnya hingga kini masih banyak pengendara yang menerobos menyerobot busway. Dia menegaskan, penindakan tilang dengan denda maksimal juga tidak memberikan efek jera. Ini karena sidang di pengadilan, hakim tidak pernah memberikan denda maksimal.

Ke depan pihaknya akan bekerja sama dengan Ditlantas Polri mendukung program tilang elektronik atau electronic camera for road safety system (e- Cross). ”Pendataan dan pelaksanaan tilang akan dilakukan melalui kamera closed circuit television (CCTV),” katanya.

Dia berharap e-Cross dapat meningkatkan sterilisasi busway. ”Pasti akan didukung dengan penindakan yang dilakukan Ditlantas Polri,” ujarnya.

Helmi syarif
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Infografis
7 Perwira Tinggi Bareskrim...
7 Perwira Tinggi Bareskrim Dimutasi Kapolri pada September 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved