Terus Berkonflik, DPRD Belum Bisa Bekerja

Senin, 17 November 2014 - 14:48 WIB
Terus Berkonflik, DPRD...
Terus Berkonflik, DPRD Belum Bisa Bekerja
A A A
JAKARTA - Perseteruan di masing-masing kubu yang terjadi antarkoalisi di DPRD DKI Jakarta membuat lembaga tersebut belum bisa bekerja apa pun untuk rakyat.

Hingga kini DPRD belum memiliki alat kelengkapan dewan (AKD). Ketiadaan alat kelengkapan itu membuat RAPBD 2015 belum dapat dibahas. “Ini konsekuensi politik yang harus diterima oleh Dewan,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin. Akibat konflik ini, RAPBD DKI 2015 akan disahkan paling cepat pada Maret 2015.

Perseteruan terjadi karena fraksi yang tergabung di Koalisi Merah Putih (KMP) tidak menerima cara kerja Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang tetap menggelar rapat paripurna istimewa pengumuman pengisian jabatan gubernur pada Jumat (14/11) lalu sehingga akhirnya tanpa dihadiri separuh anggota Dewan lain. Rapat tersebut hanya diikuti 47 anggota Dewan yang tergabung di Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yakni Fraksi PDIP, Hanura, NasDem, dan PKB.

Sedangkan koalisi di KMP yang terdiri atas Fraksi Gerindra, PKS, PPP, Demokrat-PAN, serta Golkar. Wakil Ketua KMP DKI Jakarta itu tidak dapat memastikan apakah pembahasan tentang alat kelengkapan dapat diselesaikan dalam waktu cepat. Semua itu akan memakan waktu panjang. Jika alat kelengkapan Dewan tidak terbentuk hingga akhir 2014, diperkirakanRAPBD2015 sulit dibahas dengan cepat. Jika molor, bisa berakibat pada penggunaan pagu APBD 2015 seperti pada 2014.

“Akan banyak pembangunan tidak jalan. Sejumlah program akan terjadi pengulangan. Kalau mengulang, terjadi kemubaziran atau tidak terserap,” katanya. Karena itu, dia menyarankan beberapa opsi untuk menyelamatkan RAPBD 2015. Di luar polemik soal pengusulan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi gubernur definitif, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi harus membuat komunikasi kecil untuk membentuk Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Musyawarah (Bamus).

KetuaFraksiPDIPDPRD DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak enggan mempersoalkan ancaman manuver politik yang akan dilakukan KMP. Namun, dia berharap persoalan yang berkaitan dengan kinerja Dewan dapat dibahas secara musyawarah mufakat.

Ilham safutra
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved