Syarat 30% Bukan Upaya Jegal Calon Ketum Golkar
Jum'at, 14 November 2014 - 21:25 WIB
Syarat 30% Bukan Upaya Jegal Calon Ketum Golkar
A
A
A
JAKARTA - Syarat dukungan 30% bagi kandidat calon ketua umum Partai Golkar dikeluhkan beberapa pihak di kalangan internal partai. Bendahara Partai Golkar Setya Novanto mengklarifikasi, syarat tersebut bukan upaya untuk menjegal kandidat.
Lagipula, syarat tersebut baru merupakan usulan, dan belum tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.
"Memang di AD/ART belum ada. Itu usulan disampaikan jauh-jauh hari. Jadi sebenarnya usulan itu memacu calon-calon untuk bekerja lebih intensif untuk mencapai 30 persen," jelas Setya di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (14/11/2014).
Adanya syarat dukungan minimal 30% itu, baru akan diputuskan dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) pada tanggal 16-17 November mendatang di Yogyakarta.
"Saya ketahui kemarin, itu disampaikan oleh panitia bahwa dalam perumusan rapat SC ada usulan itu," kata dia.
Usulan syarat minimal 30% itu, kata dia, tergantung persetujuan dari para peserta rapimnas. "Semua tergantung DPD I. Saya lihat, sepanjang DPD I menginginkan, Ical sangat memperhatikan," kata Setya.
Lagipula, syarat tersebut baru merupakan usulan, dan belum tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.
"Memang di AD/ART belum ada. Itu usulan disampaikan jauh-jauh hari. Jadi sebenarnya usulan itu memacu calon-calon untuk bekerja lebih intensif untuk mencapai 30 persen," jelas Setya di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (14/11/2014).
Adanya syarat dukungan minimal 30% itu, baru akan diputuskan dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) pada tanggal 16-17 November mendatang di Yogyakarta.
"Saya ketahui kemarin, itu disampaikan oleh panitia bahwa dalam perumusan rapat SC ada usulan itu," kata dia.
Usulan syarat minimal 30% itu, kata dia, tergantung persetujuan dari para peserta rapimnas. "Semua tergantung DPD I. Saya lihat, sepanjang DPD I menginginkan, Ical sangat memperhatikan," kata Setya.
(hyk)