Wali Kota Solo Bakal Surati Presiden

Kamis, 13 November 2014 - 14:10 WIB
Wali Kota Solo Bakal...
Wali Kota Solo Bakal Surati Presiden
A A A
SOLO - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo bersikukuh menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan dilakukan pemerintah pusat.

Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengaku bakal menulis surat penolakan yang akan dikirimkan langsung kepada Presiden Joko Widodo setelah pulang dari pertemuan APEC di China. Rudy mengatakan, surat penolakan kenaikan harga BBM untuk Presiden itu dinilai cukup penting.

Surat itu ditulis atas dasar keadaan perekonomian serta kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Dengan kata lain, surat itu berisi berbagai pertimbangan agar harga BBM tidak dinaikkan pemerintah pusat. “Nanti, kalau beliau sudah pulang, surat itu akan segera saya kirim. Jika dikirim sekarang, nanti malah tertumpuk dengan surat lain dan justru tidak terbaca,” ucap pria yang akrab disapa Rudy itu kepada KORAN SINDO kemarin.

Dia menambahkan, selain tentang penolakan, surat itu juga berisi imbauan kepada mantan Wali Kota Solo itu mengenai pilihan selain menaikkan harga BBM. Presiden saat ini hendaknya menghapus mafia minyak yang ada di Indonesia. Mafia minyak itu justru yang membuat Indonesia bangkrut di bidang perminyakan sehingga anggaran untuk subsidi minyak jebol.

Rudy menambahkan, jika mafia minyak itu belum dibersihkan dari Indonesia, lebih baik tidak berbicara untuk menaikkan harga minyak. Upaya itu akan sia-sia karena mafia terus berjaya, sedangkan yang menjadi korban adalah masyarakat. “Kasihan masyarakat kecil kalau (harga) BBM nekat dinaikkan. Segala kebutuhan pokok akan ikut naik. Padahal, kesejahteraan masyarakat naiknya tidak terlalu tinggi,” ucap Rudy.

Menanggapi anjuran dari TB Hasanudin dan Eva Sundari agar politisi PDIP tetap satu suara untuk mendukung kenaikan harga BBM, Rudy mengaku bakal menolak itu. Menurutnya, dalam satu partai terjadi perbedaan adalah hal wajar karena itu bergantung pemikiran masing-masing. Tidak semua harus memaksakan kehendak satu suara untuk mendukung kenaikan harga BBM.

Dia juga menilai, TB Hasanudin dan Eva tidak memiliki kapasitas untuk memberikan anjuran. Mereka bukan orang yang berada di struktur partai, melainkan simpatisan PDIP. “Dia itu siapa kok memberikan anjuran seperti itu. Saya tidak terlalu memikirkan anjuran mereka. Yang jelas, saya meminta kepada sahabat saya, Joko Widodo, untuk tidak menaikkan harga BBM,” ucap Rudy.

Arief setiadi
(bbg)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved