KY Berharap Presiden Terbitkan Perpres

Senin, 10 November 2014 - 14:13 WIB
KY Berharap Presiden...
KY Berharap Presiden Terbitkan Perpres
A A A
JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menerbitkan peraturan presiden (perpres) untuk menengahi persoalan rekrutmen calon hakim (cakim) yang hingga kini masih belum selesai.

Tanpa adanya perpres tersebut, pelaksanaan rekrutmen cakim yang selama empat tahun tidak terlaksana akan tetap menemukan jalan buntu. Komisioner KY Bidang Rekrutmen Hakim Taufiqurrahman Syahuri mengatakan, dengan tidak adanya perpres tersebut maka rekrutmen cakim belum bisa dilakukan. Padahal, rekrutmen harus segera dilakukan mengingat pengadilan saat ini membutuhkan 750 hakim baru untuk mengisi kekosongan.

”Memang terpaksa ditunda karena kita butuh perpres untuk pembiayaan pendidikan calon hakim,” ungkap Taufiq di Jakarta kemarin. Karena itu, dirinya bersama komisioner KY lainnya telah mengunjungi Kementerian Pendayagunaa Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) untuk berkoordinasi lebih lanjut perihal penerbitan perpres. Menurut dia, jika rekrutmen terus tertunda akan mengganggu jalannya sistem promosi dan mutasi pada pengadilan.

Bahkan, bukan tidak mungkin akan mengganggu proses peradilan yang berdampak pada lamanya penyelesaian perkara. Diketahui, proses rekrutmen cakim memang terkendala akibat adanya perubahan status hakim dari pegawai negeri sipil (PNS) menjadi pejabat negara. KY dan MA juga sempat berkoordinasi untuk membahas peraturan bersama untuk mengakomodasi perubahan status hakim dalam proses rekrutmen. Namun, hingga kini peraturan bersama itu belum terselesaikan.

Komisioner KY Jaja Ahmad Jayus mengaku, langkah menemui menpan dan RB memang untuk mendorong terbitnya perpres agar rekrutmen cakim bisa dilakukan dengan cepat. Menurut dia, perpres ini sangat penting karena dalam perundang- undangan terkait rekrutmen cakim masih belum dijelaskan secara rinci pembayaran gaji peserta selama mengikuti pendidikan.

Nurul adriyana
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
Infografis
8 Dubes Baru Dilantik...
8 Dubes Baru Dilantik Presiden Prabowo Subianto
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved