Yusril: Jokowi Sama Saja, Enggak Punya Terobosan
Kamis, 06 November 2014 - 13:35 WIB
Yusril: Jokowi Sama Saja, Enggak Punya Terobosan
A
A
A
JAKARTA - Bergulirnya wacana akan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), membuat gerah pengamat tata negara Yusril Ihza Mahendra.
Yusril menilai, Jokowi tidak mempunyai terobosan dalam mengatasi gejolak BBM tersebut. Menurutnya, Jokowi sama saja dengan presiden terdahulu yang lebih memilih menaikkan harga BBM ketimbang mencari terobosan baru.
"Ingin sekali saya melihat ada terobosan atau gagasan baru dari Presiden Jokowi dalam mengatasi subsidi BBM yang selama ini membebani APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara)," kata Yusril lewat akun Twitter @Yusrilihza_Mhd, Kamis (6/11/2014).
"Namun rupanya tidak ada terobosan atau gagasan baru. Yang terjadi adalah rencana pengurangan subsidi alias menaikkan harga jual bbm bersubsidi," imbuhnya.
Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) itu menilai, rencana menaikkan harga BBM itu kini telah didahului dengan berbagai jenis bantuan tunai kepada masyarakat miskin, persis yang dilakukan di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
"Kalau demikian keadaannya, rupanya presiden baru belum punya cara baru mengatasi masalah subsidi BBM. Jadi masih sama dengan yang dulu. Saya pikir akan ada terobosan baru dan cara baru. Sayang, rupanya tidak ada," pungkasnya.
Yusril menilai, Jokowi tidak mempunyai terobosan dalam mengatasi gejolak BBM tersebut. Menurutnya, Jokowi sama saja dengan presiden terdahulu yang lebih memilih menaikkan harga BBM ketimbang mencari terobosan baru.
"Ingin sekali saya melihat ada terobosan atau gagasan baru dari Presiden Jokowi dalam mengatasi subsidi BBM yang selama ini membebani APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara)," kata Yusril lewat akun Twitter @Yusrilihza_Mhd, Kamis (6/11/2014).
"Namun rupanya tidak ada terobosan atau gagasan baru. Yang terjadi adalah rencana pengurangan subsidi alias menaikkan harga jual bbm bersubsidi," imbuhnya.
Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) itu menilai, rencana menaikkan harga BBM itu kini telah didahului dengan berbagai jenis bantuan tunai kepada masyarakat miskin, persis yang dilakukan di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
"Kalau demikian keadaannya, rupanya presiden baru belum punya cara baru mengatasi masalah subsidi BBM. Jadi masih sama dengan yang dulu. Saya pikir akan ada terobosan baru dan cara baru. Sayang, rupanya tidak ada," pungkasnya.
(maf)