Politikus PDIP Minta Jokowi Tak Gegabah Naikkan Harga BBM
Rabu, 05 November 2014 - 17:08 WIB
Politikus PDIP Minta Jokowi Tak Gegabah Naikkan Harga BBM
A
A
A
JAKARTA - Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mendapat respons partai pendukung Jokowi saat pilpres lalu.
Anggota DPR dari Fraksi PDIP Dewi Aryani menegaskan, pemerintah jangan terlalu gegabah dengan terburu-buru menaikkan harga BBM bersubsidi.
"Sebaiknya pemerintah jangan gegabah mengambil keputusan kenaikan harga yang angkanya signifikan sebagai langkah final," kata Dewi melalui pesan singkat, Rabu (5/11/2014).
Dewi menilai, masih banyak celah dan cara yang bisa diterapkan untuk mengimbangi pergerakan harga minyak dunia dan mengurangi beban APBN. "(Apalagi) saat ini harga minyak dunia bergerak turun," kata Dewi.
Dijelaskannya, kalau saat ini harga USD80 per barel, maka kisaran harga keekonomian BBM jenis premium mestinya sekitar Rp8.500, jika bergerak turun menjadi USD70 per barel, harga BBM Premium di kisaran Rp7.800.
"Hitungan ini dengan asumsi distribution cost yang konstan dan alpha Pertamina Rp766 sesuai APBN 2015," tegas Dewi.
Anggota DPR dari Fraksi PDIP Dewi Aryani menegaskan, pemerintah jangan terlalu gegabah dengan terburu-buru menaikkan harga BBM bersubsidi.
"Sebaiknya pemerintah jangan gegabah mengambil keputusan kenaikan harga yang angkanya signifikan sebagai langkah final," kata Dewi melalui pesan singkat, Rabu (5/11/2014).
Dewi menilai, masih banyak celah dan cara yang bisa diterapkan untuk mengimbangi pergerakan harga minyak dunia dan mengurangi beban APBN. "(Apalagi) saat ini harga minyak dunia bergerak turun," kata Dewi.
Dijelaskannya, kalau saat ini harga USD80 per barel, maka kisaran harga keekonomian BBM jenis premium mestinya sekitar Rp8.500, jika bergerak turun menjadi USD70 per barel, harga BBM Premium di kisaran Rp7.800.
"Hitungan ini dengan asumsi distribution cost yang konstan dan alpha Pertamina Rp766 sesuai APBN 2015," tegas Dewi.
(kri)