Jokowi Diminta Selektif dalam Memilih Kepala BIN
Rabu, 05 November 2014 - 15:20 WIB
Jokowi Diminta Selektif dalam Memilih Kepala BIN
A
A
A
JAKARTA - Posisi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sangat penting, karena berkaitan dengan informasi akurat untuk seorang presiden.
Maka itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan tidak perlu tergesa-gesa untuk memilih Kepala BIN sebagai pengganti Marciano Norman.
"Jika ditunda, maka Jokowi dapat mencari informasi sebanyak mungkin. Soal kemanan, sampai sekarang, kita belum dengar maunya apa Pak Jokowi," ujar Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar, kepada wartawan, Rabu (5/11/2014).
Dia mengingatkan, Jokowi sebaiknya memilih Kepala BIN yang memiliki rekam jejak tidak baik. "Punya komitmen yang baik," tukasnya.
Sementara itu ketika disingguh nama Budiman yang disebut-sebut juga memiliki peluang untuk menjadi Kepala BIN, dia hanya mengatakan, sebaiknya memilih orang baru.
"Bisa saja dari angkatan laut, karena bisa bermanfaat untuk memberantas mafia di laut. Sesuai dengan program kerja Jokowi, yang ingin mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim yang kuat," tandasnya.
Maka itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan tidak perlu tergesa-gesa untuk memilih Kepala BIN sebagai pengganti Marciano Norman.
"Jika ditunda, maka Jokowi dapat mencari informasi sebanyak mungkin. Soal kemanan, sampai sekarang, kita belum dengar maunya apa Pak Jokowi," ujar Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar, kepada wartawan, Rabu (5/11/2014).
Dia mengingatkan, Jokowi sebaiknya memilih Kepala BIN yang memiliki rekam jejak tidak baik. "Punya komitmen yang baik," tukasnya.
Sementara itu ketika disingguh nama Budiman yang disebut-sebut juga memiliki peluang untuk menjadi Kepala BIN, dia hanya mengatakan, sebaiknya memilih orang baru.
"Bisa saja dari angkatan laut, karena bisa bermanfaat untuk memberantas mafia di laut. Sesuai dengan program kerja Jokowi, yang ingin mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim yang kuat," tandasnya.
(kur)