KPK Siap Telusuri Calon Jaksa Agung dan Kepala BIN
Selasa, 04 November 2014 - 15:02 WIB
KPK Siap Telusuri Calon Jaksa Agung dan Kepala BIN
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kesiapannya turut andil dalam pemilihan Jaksa Agung dan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN).
Nantinya lembaga antikorupsi itu akan melakukan penelusuran terhadap calon Jaksa Agung dan Kepala BIN, seperti penelusuran yang dilakukan terhadap nama-nama calon menteri Kabinet Kerja.
"KPK selalu siap, kapanpun juga," ujar Ketua KPK Abraham Samad melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (4/11/2014).
Seperti diketahui, pasca pelantikannya pada 20 Oktober 2014 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum juga mengumumkan Jaksa Agung pengganti Basrief Arief.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto mengatakan, posisi Jaksa Agung nantinya akan diisi dari penggabungan antara kalangan eksternal dan internal Kejaksaan Agung (Kejagung).
Sebelumnya, beberapa nama disebut-sebut akan menggantikan posisi Basrief. Mereka di antaranya, Politikus Partai Nasdem AM Prasetyo, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Widyo Pramono dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf.
Nantinya lembaga antikorupsi itu akan melakukan penelusuran terhadap calon Jaksa Agung dan Kepala BIN, seperti penelusuran yang dilakukan terhadap nama-nama calon menteri Kabinet Kerja.
"KPK selalu siap, kapanpun juga," ujar Ketua KPK Abraham Samad melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (4/11/2014).
Seperti diketahui, pasca pelantikannya pada 20 Oktober 2014 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum juga mengumumkan Jaksa Agung pengganti Basrief Arief.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto mengatakan, posisi Jaksa Agung nantinya akan diisi dari penggabungan antara kalangan eksternal dan internal Kejaksaan Agung (Kejagung).
Sebelumnya, beberapa nama disebut-sebut akan menggantikan posisi Basrief. Mereka di antaranya, Politikus Partai Nasdem AM Prasetyo, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Widyo Pramono dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf.
(kri)