APBD Ditargetkan Terserap 60%

Senin, 03 November 2014 - 19:09 WIB
APBD Ditargetkan Terserap...
APBD Ditargetkan Terserap 60%
A A A
JAKARTA - Penyerapan APBD 2014 menjelang akhir tahun anggaran diharapkan tidak terlalu rendah dari total APBD DKI Rp72,9 triliun.

Namun, target tersebut terkendala dengan sisa tahun anggaran yang tinggal dua bulan lagi. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyadari penyerapan APBD 2014 hingga Oktober baru mencapai sekitar 28–30%. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Pada Oktober 2013, penyerapan sudah mencapai 44%. Diperkirakan Desember mendatang penyerapan anggaran tidak akan mencapai 100%, namun diharapkan bisa mencapai 60%.

”Kami akan genjot penyerapan APBD lebih tinggi lagi jelang akhir tahun ini. Caranya kerja dan kerja keras,” katanya kemarin. Menurutnya, saat ini tengah berlangsung beberapa pekerjaan fisik, baik di sektor pengendalian banjir, perbaikan jalan rusak, maupun pengadaan barang dan jasa. Pembayaran semua proyek hingga kini belum dilakukan. Penagihan akan dilakukan kontraktor menjelang kontrak kerja selesai pada akhir tahun anggaran.

Wali Kota Jakarta Utara ini melihat tahun ini banyak kelemahan dalam pengelolaan keuangan dan anggaran. Ke depannya dia akan membagi tugas BPKD ke tingkat wilayah, salah satunya untuk pencatatan aset. Selama ini pencatatan aset daerah belum kunjung selesai karena banyak yang harus ditelusuri. Di samping itu, jumlah sumber daya manusia (SDM) di BPKD juga terbatas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta Agus Priyono menyebutkan, jajaran Dinas PU serta Sudin PU Jalan dan PU Tata Air masih terus menyelesaikan pekerjaan pengendalian banjir dan penanganan jalan rusak. Baik itu pengerukan drainase mikro maupun penurapan kali agar tebing saluran air makro atau sungai lebih kuat. ”Untuk penambahan sarana penampungan air untuk mengantisipasi banjir, seperti waduk tidak dapat dipastikan bisa dikerjakan tahun ini,” terangnya.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta M Sanusi berpendapat, rendahnya penyerapan APBD tahun ini akibat sistem kerja di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa yang kini sudah berubah menjadi Badan Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa terlalu rumit. Bahkan, disinyalir banyak SDM-nya titipan para broker atau calo proyek. ”Di ULP itu banyak aparatnya titipan dari oknum broker,” tandasnya.

Namun, tudingan itu dibantah Kepala BLP Barang dan Jasa DKI Jakarta I Gede Dewa Sony Aryawan. Diamenegaskan, semua personel sudah berusaha bekerja transparan dan tidak tergoda pada kecurangan. Dia menyebutkan tudingan miring itu bentuk opini yang diciptakan para kontraktor atau pengusaha yang tendernya tidak lolos.

”Tugas anak buah saya itu sangat berat. Mereka terkesan dicari-cari kesalahannya oleh oknum tertentu. Dianggap bermain proyek. Kalau memang ada dugaan itu, buktikan dan serahkan kepada saya biar ditindak tegas,” tandasnya.

Ilham safutra
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Infografis
Serangan Bom Raksasa...
Serangan Bom Raksasa Rusia Tewaskan 60 Tentara Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved