Sumur Bor Semburkan Lumpur Setinggi 30 M
Senin, 03 November 2014 - 13:22 WIB
Sumur Bor Semburkan Lumpur Setinggi 30 M
A
A
A
PATI - Peristiwa unik terjadi di RT 1 RW 11 Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sumur bor milik warga setempat, Sabari, tiba-tiba menyemburkan lumpur dan material lain berupa batu-batu kerikil disertai bau gas dengan ketinggian mencapai 30 meter. Kejadian ini pertama kali terjadi Sabtu (1/11) sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, hingga kemarin siang semburan masih terjadi. Bedanya, ketinggian dan “isi” semburan kali ini tidak lagi sama seperti saat kali pertama menyembur.
Kali ini sumur tersebut menyemburkan air yang lebih jernih. Akibatkejadianini, sedikitnya 10 kepala keluarga yang tinggal berdekatan dengan lokasi semburan memilih mengungsi ke rumah sanak kerabat mereka. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sebagai imbas dari semburan tersebut. “Mereka khawatir kalau kejadiannya nanti seperti lumpur Sidoarjo. Makanya mereka sementara mengungsi dulu hingga aman,” kata Suparman, warga Desa Wotan yang juga terpaksa mengungsi karena semburan ini, kemarin.
Selama ini, Desa Wotan memang terkenal sebagai salah satu wilayah “kering” di Kabupaten Pati. Saat musim kemarau seperti sekarang ini, warga setempat pasti mengalami krisis air bersih. Sabari merupakan salah satu warga yang prihatin dengan kondisi tersebut. Dia yang selama ini bekerja di Malaysia, meminta keluarganya membuat sumur bor di depan rumahnya. Proses pengerjaan proyek mencari air bawah tanah ini sudah berjalan sekitar tiga pekan terakhir.
Meski digali cukup dalam, air yang keluar masih keruh. Akhirnya pekerja pengeboran pun meneruskan proses tersebut hingga rencananya mencapai 200 meter. Namun saat kedalaman sekitar 146 meter, tiba-tiba malah muncul semburan tersebut. “Ini baru pertama kalinya terjadi di sini. Semoga ini bisa menjadi berkah,” harap salah seorang warga lainnya, Sutarjo. Berdasarkan pantauan, semburan tersebut memang masih dibiarkan begitu saja. Warga sebenarnya berharap semburan air tersebut bisa dimanfaatkan untuk dialirkan ke rumah-rumahnya.
Namun karena belum ada kepastian berbahaya atau tidaknya air semburan tersebut, akhirnya warga mengalirkan ke DAS Sungai Juwana yang jaraknya tak jauh dari lokasi. Bupati Pati Haryanto bersama pejabat terkait kemarin juga meninjau lokasi semburan.
Haryanto mengatakan, dia telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan uji laboratorium terkait air yang keluar dari semburan tersebut. Jika sudah ada hasilnya maka akan langsung diumumkan ke masyarakat luas.
Muhammad oliez
Sumur bor milik warga setempat, Sabari, tiba-tiba menyemburkan lumpur dan material lain berupa batu-batu kerikil disertai bau gas dengan ketinggian mencapai 30 meter. Kejadian ini pertama kali terjadi Sabtu (1/11) sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, hingga kemarin siang semburan masih terjadi. Bedanya, ketinggian dan “isi” semburan kali ini tidak lagi sama seperti saat kali pertama menyembur.
Kali ini sumur tersebut menyemburkan air yang lebih jernih. Akibatkejadianini, sedikitnya 10 kepala keluarga yang tinggal berdekatan dengan lokasi semburan memilih mengungsi ke rumah sanak kerabat mereka. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sebagai imbas dari semburan tersebut. “Mereka khawatir kalau kejadiannya nanti seperti lumpur Sidoarjo. Makanya mereka sementara mengungsi dulu hingga aman,” kata Suparman, warga Desa Wotan yang juga terpaksa mengungsi karena semburan ini, kemarin.
Selama ini, Desa Wotan memang terkenal sebagai salah satu wilayah “kering” di Kabupaten Pati. Saat musim kemarau seperti sekarang ini, warga setempat pasti mengalami krisis air bersih. Sabari merupakan salah satu warga yang prihatin dengan kondisi tersebut. Dia yang selama ini bekerja di Malaysia, meminta keluarganya membuat sumur bor di depan rumahnya. Proses pengerjaan proyek mencari air bawah tanah ini sudah berjalan sekitar tiga pekan terakhir.
Meski digali cukup dalam, air yang keluar masih keruh. Akhirnya pekerja pengeboran pun meneruskan proses tersebut hingga rencananya mencapai 200 meter. Namun saat kedalaman sekitar 146 meter, tiba-tiba malah muncul semburan tersebut. “Ini baru pertama kalinya terjadi di sini. Semoga ini bisa menjadi berkah,” harap salah seorang warga lainnya, Sutarjo. Berdasarkan pantauan, semburan tersebut memang masih dibiarkan begitu saja. Warga sebenarnya berharap semburan air tersebut bisa dimanfaatkan untuk dialirkan ke rumah-rumahnya.
Namun karena belum ada kepastian berbahaya atau tidaknya air semburan tersebut, akhirnya warga mengalirkan ke DAS Sungai Juwana yang jaraknya tak jauh dari lokasi. Bupati Pati Haryanto bersama pejabat terkait kemarin juga meninjau lokasi semburan.
Haryanto mengatakan, dia telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan uji laboratorium terkait air yang keluar dari semburan tersebut. Jika sudah ada hasilnya maka akan langsung diumumkan ke masyarakat luas.
Muhammad oliez
(ars)