Fadli Zon Sarankan Jaksa Agung Sebaiknya Non Parpol
Selasa, 28 Oktober 2014 - 14:49 WIB
Fadli Zon Sarankan Jaksa Agung Sebaiknya Non Parpol
A
A
A
JAKARTA - Pasca melantik 34 menteri Kabinet Kerja periode 2014-2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih memiliki tugas untuk segera menunjuk Jaksa Agung dan Kapolri.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, dalam proses penunjukan Jaksa Agung itu, hendaknya Presiden Jokowi memilih orang non partai politik. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari konflik kepentingan dalam proses penegakan hukum di Indonesia.
"Sebaiknya yang menangani hukum itu adalah orang-orang non parpol. Jadi, tidak tersandera kepentingan. Jadi, politik tidak menjadi atasan dari hukum," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2014).
Pada kesempatan itu, Fadli juga menanggapi pernyataan Ketua KPK yang meminta agar presiden juga meminta pertimbangan KPK dalam rekrutmen calon Kapolri dan Jaksa Agung. Bagi Fadli, sepenuhnya adalah hak presiden untuk meminta pertimbangan KPK atau tidak.
"Kalau presiden tidak mau meminta pertimbangan KPK juga tidak ada masalah. Itu hak prerogatif. Nah, kalau ini KPK yang meminta-minta, mau enggak presidennya?" kata Fadli.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, dalam proses penunjukan Jaksa Agung itu, hendaknya Presiden Jokowi memilih orang non partai politik. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari konflik kepentingan dalam proses penegakan hukum di Indonesia.
"Sebaiknya yang menangani hukum itu adalah orang-orang non parpol. Jadi, tidak tersandera kepentingan. Jadi, politik tidak menjadi atasan dari hukum," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2014).
Pada kesempatan itu, Fadli juga menanggapi pernyataan Ketua KPK yang meminta agar presiden juga meminta pertimbangan KPK dalam rekrutmen calon Kapolri dan Jaksa Agung. Bagi Fadli, sepenuhnya adalah hak presiden untuk meminta pertimbangan KPK atau tidak.
"Kalau presiden tidak mau meminta pertimbangan KPK juga tidak ada masalah. Itu hak prerogatif. Nah, kalau ini KPK yang meminta-minta, mau enggak presidennya?" kata Fadli.
(kri)