Hal Biasa Presiden Tertutup Soal Nama Menteri
Senin, 20 Oktober 2014 - 04:59 WIB
Hal Biasa Presiden Tertutup Soal Nama Menteri
A
A
A
JAKARTA - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) yang masih tertutup dalam memberitahu jajaran menteri di kabinetnya, merupakan hal yang biasa terjadi.
Pendapat ini diungkapkan pengamat politik Universitas Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf.
"Memang semuanya serba tertutup jika menyangkut nama orang," tutur Asep saat dihubungi Sindonews, Minggu 19 Oktober 2014.
Menurutnya, jajaran menteri yang belum diumumkan itu sudah tradisi dari pemerintahan presiden Indonesia ke-4 Abdurahman Wahid (Gus Dur).
"Tradisi seperti itu sudah dari dulu, dari zamannya Gus Dur juga begitu," ungkapnya.
Asep yakin, Jokowi akan memberitahukan kabinet menterinya setelah tanggal 20 Oktober 2014.
"Nanti setelah dilantik menjadi presiden. Dia (Jokowi) pasti akan mengumumkan nama-nama menterinya. Karena ini sepenuhnya sudah menjadi hak preogratif presiden," paparnya.
Namun Asep mengimbau agar Jokowi seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengundang menterinya ke Istana Negara.
"Kalau bisa Jokowi seperti SBY yang memanggil menteri-menterinya ke Istana Negara untuk diberikan pertanyaan," jelasnya.
Pendapat ini diungkapkan pengamat politik Universitas Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf.
"Memang semuanya serba tertutup jika menyangkut nama orang," tutur Asep saat dihubungi Sindonews, Minggu 19 Oktober 2014.
Menurutnya, jajaran menteri yang belum diumumkan itu sudah tradisi dari pemerintahan presiden Indonesia ke-4 Abdurahman Wahid (Gus Dur).
"Tradisi seperti itu sudah dari dulu, dari zamannya Gus Dur juga begitu," ungkapnya.
Asep yakin, Jokowi akan memberitahukan kabinet menterinya setelah tanggal 20 Oktober 2014.
"Nanti setelah dilantik menjadi presiden. Dia (Jokowi) pasti akan mengumumkan nama-nama menterinya. Karena ini sepenuhnya sudah menjadi hak preogratif presiden," paparnya.
Namun Asep mengimbau agar Jokowi seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengundang menterinya ke Istana Negara.
"Kalau bisa Jokowi seperti SBY yang memanggil menteri-menterinya ke Istana Negara untuk diberikan pertanyaan," jelasnya.
(maf)