Pemimpin MPR Curhat ke Prabowo Isu Penjegalan Jokowi
Jum'at, 17 Oktober 2014 - 16:47 WIB
Pemimpin MPR Curhat ke Prabowo Isu Penjegalan Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Ketua MPR Zulkifli Hasan menyampaikan undangan secara lisan dan tertulis kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto agar hadir dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pada 20 Oktober mendatang.
Dalam kesempatan itu, Zulkifli yang ditemani empat wakilnya sempat mencurahkan isi hatinya menyoal isu penjegalan dalam pelantikan Jokowi.
"Kami melaporkan, isu-isunya seram, menakutkan, aneh, enggak tahu dari mana sumbernya," ujar Zulkifli di kediaman Soemitro Djojohadikusumo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014).
"KMP akan menjegal, memboikot, membumi hanguskan, lima pimpinan MPR enggak ada di tempat, sidang lama sehingga lahir dekrit," sambungnya.
Prabowo terlihat serius mendengarkan curhatan Ketua MPR itu. Lantas Prabowo pun bergumam. "Mungkin dari media, supaya berita hangat," cetusnya disambut gelak tawa wartawan.
Awal pertemuan Prabowo dengan pimpinan MPR berlangsung terbuka. Namun, akhirnya wartawan diminta kembali menunggu di luar karena sudah dipersilakan mengabadikan gambar serta mendapat poin materi yang menjadi pembicaraan.
Dalam kesempatan itu, Zulkifli yang ditemani empat wakilnya sempat mencurahkan isi hatinya menyoal isu penjegalan dalam pelantikan Jokowi.
"Kami melaporkan, isu-isunya seram, menakutkan, aneh, enggak tahu dari mana sumbernya," ujar Zulkifli di kediaman Soemitro Djojohadikusumo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014).
"KMP akan menjegal, memboikot, membumi hanguskan, lima pimpinan MPR enggak ada di tempat, sidang lama sehingga lahir dekrit," sambungnya.
Prabowo terlihat serius mendengarkan curhatan Ketua MPR itu. Lantas Prabowo pun bergumam. "Mungkin dari media, supaya berita hangat," cetusnya disambut gelak tawa wartawan.
Awal pertemuan Prabowo dengan pimpinan MPR berlangsung terbuka. Namun, akhirnya wartawan diminta kembali menunggu di luar karena sudah dipersilakan mengabadikan gambar serta mendapat poin materi yang menjadi pembicaraan.
(kri)