Cerita di Balik Prabowo Mau Bertemu Jokowi
Jum'at, 17 Oktober 2014 - 14:06 WIB
Cerita di Balik Prabowo Mau Bertemu Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Pertemuan antara Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) sudah direncanakan sejak awal oleh kedua belah pihak.
Ketua DPP Gerindra Edhy Prabowo menuturkan cerita di balik perencanaan pertemuan dua mantan kontestan Pemilihan Presiden 2014 lalu itu.
Edhy bertutur, pertemuan itu memang diminta kubu Jokowi. Berawal dari politikus PDIP Arya Bima yang menghubunginya.
"Mas Bima telpon saya, kok Prabowo enggak mau ketemu? Saya bilang enggak ada undangan. Saya bilang kalau masalah ketemu, Prabowo pasti mau," kisah Edi di kediaman Soemitro Djojohadikusumo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014).
Selanjutnya, diaturlah rencana pertemuan Jokowi dan Prabowo. Kepada Arya Bima, Edhy menawarkan waktu dan tempat pertemuan akan dilangsungkan.
"Kalau di Hambalang Pak Prabowo merasa terhormat sekali, karena rumah pribadi. Tapi (akhirnya) di sini (rumah ayahnya), agar tidak terlalu jauh," ucapnya.
Kemudian rencana itu pun disetujui Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus itu mengabarkan mau bertemu Jokowi di rumah kediaman ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo.
"Yang jelas Prabowo sudah memberi tempat. Tadi jam 08.15 saya dikabarin Arya Bima, oke," ujarnya.
Edhy menjelaskan, pertemuan kedua tokoh dinilai akan mencairkan suasana politik yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, ucapan Prabowo mengisyaratkan kepada kader Partai Gerindra untuk bisa menerima dan membangun suasana yang lebih harmoni.
"Pada akhirnya bagaimana bisa hidup kondusif, permasalahan bisa cepat selesai, negara bisa besar, itu yang penting dari pertemuan," pungkasnya.
Ketua DPP Gerindra Edhy Prabowo menuturkan cerita di balik perencanaan pertemuan dua mantan kontestan Pemilihan Presiden 2014 lalu itu.
Edhy bertutur, pertemuan itu memang diminta kubu Jokowi. Berawal dari politikus PDIP Arya Bima yang menghubunginya.
"Mas Bima telpon saya, kok Prabowo enggak mau ketemu? Saya bilang enggak ada undangan. Saya bilang kalau masalah ketemu, Prabowo pasti mau," kisah Edi di kediaman Soemitro Djojohadikusumo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014).
Selanjutnya, diaturlah rencana pertemuan Jokowi dan Prabowo. Kepada Arya Bima, Edhy menawarkan waktu dan tempat pertemuan akan dilangsungkan.
"Kalau di Hambalang Pak Prabowo merasa terhormat sekali, karena rumah pribadi. Tapi (akhirnya) di sini (rumah ayahnya), agar tidak terlalu jauh," ucapnya.
Kemudian rencana itu pun disetujui Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus itu mengabarkan mau bertemu Jokowi di rumah kediaman ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo.
"Yang jelas Prabowo sudah memberi tempat. Tadi jam 08.15 saya dikabarin Arya Bima, oke," ujarnya.
Edhy menjelaskan, pertemuan kedua tokoh dinilai akan mencairkan suasana politik yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, ucapan Prabowo mengisyaratkan kepada kader Partai Gerindra untuk bisa menerima dan membangun suasana yang lebih harmoni.
"Pada akhirnya bagaimana bisa hidup kondusif, permasalahan bisa cepat selesai, negara bisa besar, itu yang penting dari pertemuan," pungkasnya.
(hyk)