Jatah di Kabinet Jokowi, PKB Sudah Pasrah
Rabu, 15 Oktober 2014 - 18:41 WIB
Jatah di Kabinet Jokowi, PKB Sudah Pasrah
A
A
A
SURABAYA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hanif Dakiri menyerahkan sepenuhnya kepada presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi), terkait susunan kabinet.
"Kalau soal kabinet itu kewenangan presiden apakah mau dibuka atau ditutup, semua itu adalah hak prerogatif presiden," kata Hanif di sela-sela Muktamar PPP versi Romahurmuziy (Romi), di Surabaya, Rabu (15/10/2014).
Sementara untuk kursi menteri PKB sendiri, Hanif mengaku tidak tahu. Pasalnya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang akan mengkomunikasikan, siapa kader PKB yang akan ditempatkan di pemerintahan mendatang.
"Kalau kursi untuk PKB itu tanya ke Pak Jokowi. Komunikasi langsung dengan ketua umum. PKB banyak stok, karena seluruh anggota partai harus profesional," tukasnya.
Di sisi lain, kehadirannya di Muktamar PPP versi Romi, merupakan keputusan dari partai yang mengutusnya hadir.
"Ini yang diundang institusi, saya mewakili PKB," pungkasnya.
Diketahui, PKB merupakan anggota Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). Sedangkan PPP masih Koalisi Merah Putih (KMP).
"Kalau soal kabinet itu kewenangan presiden apakah mau dibuka atau ditutup, semua itu adalah hak prerogatif presiden," kata Hanif di sela-sela Muktamar PPP versi Romahurmuziy (Romi), di Surabaya, Rabu (15/10/2014).
Sementara untuk kursi menteri PKB sendiri, Hanif mengaku tidak tahu. Pasalnya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang akan mengkomunikasikan, siapa kader PKB yang akan ditempatkan di pemerintahan mendatang.
"Kalau kursi untuk PKB itu tanya ke Pak Jokowi. Komunikasi langsung dengan ketua umum. PKB banyak stok, karena seluruh anggota partai harus profesional," tukasnya.
Di sisi lain, kehadirannya di Muktamar PPP versi Romi, merupakan keputusan dari partai yang mengutusnya hadir.
"Ini yang diundang institusi, saya mewakili PKB," pungkasnya.
Diketahui, PKB merupakan anggota Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). Sedangkan PPP masih Koalisi Merah Putih (KMP).
(maf)