Dukung DPD, KIH Hindari Kalah Telak dari KMP
Selasa, 07 Oktober 2014 - 08:13 WIB
Dukung DPD, KIH Hindari Kalah Telak dari KMP
A
A
A
JAKARTA - Mengalihkan dukungan kepada DPD untuk mengisi posisi Ketua MPR dinilai strategi yang tepat agar tak kalah telak dari Koalisi Merah Putih (KMP). Cara itu satu-satunya agar Koalisi Indonesia Hebat (KIH) bisa menjaga peluang duduk di kursi pemimpin MPR.
Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Idil Akbar mengatakan, hal ini dilakukan selain untuk tetap bisa berpeluang di kursi pimpinan MPR, juga setidaknya KIH tidak mengalami kekalahan telak lagi setelah kalah di berbagai dinamika politik di DPR.
"Mulai dari soal perubahan UU MD3, tatib DPR hingga pemilihan pimpinan DPR kemarin," ujarnya kepada Sindonews, Selasa (7/10/2014).
Menurutnya, politik jalan tengah ditempuh parpol koalisi pendukung Jokowi juga terkait dengan kalkulasi politik dalam pemilihan pemimpin MPR. Yang dalam hitungan apabila KMP tetap solid dengan seluruh kekuatan parpol yang tergabung di dalamnya, maka mereka akan tetap mendominasi meski KIH sudah bergabung dengan DPD.
"Itu juga mengapa mereka membuat startegi musyawarah mufakat dalam pemilihan pimpinan MPR karena jika sampai terjadi voting, jelas akan dimenangkan oleh KMP," pungkasnya.
Sebelumnya, Politikus PDIP Aria Bima mengatakan, jika gagal mendapatkan posisi ketua MPR maka PDIP mengalihkan dukungannya kepada anggota DPD untuk mengisi posisi itu.
"Kalau itu domain dari kelompok DPD menentukan siapa yang ingin diusung ketua MPR," kata Aria di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Aria berharap, KIH masih mempunyai kesempatan untuk meraih jatah tiket pimpinan MPR. Dalam pembagiannya, PDIP berharap dua pimpinan berasal dari kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dan dua lainnya dari KIH. Adapun, ketua MPR milik DPD.
"Kita terus melakukan lobi, selebihnya bisa diambil kubu Pak Prabowo dan Indonesia hebat," ujarnya.
Menurut dia, mengusung anggota DPD menjadi ketua MPR merupakan pembagian yang adil jika KMP tak merestui KIH menduduki posisi ketua MPR. Setidaknyan kata Aria, koalisinya mempunyai pimpinan di MPR.
"Ini yang masih terus kita ajukan apabila musyawarah mufakat tidak terpenuhi. Kita harapkan tetap DPD," tandasnya.
Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Idil Akbar mengatakan, hal ini dilakukan selain untuk tetap bisa berpeluang di kursi pimpinan MPR, juga setidaknya KIH tidak mengalami kekalahan telak lagi setelah kalah di berbagai dinamika politik di DPR.
"Mulai dari soal perubahan UU MD3, tatib DPR hingga pemilihan pimpinan DPR kemarin," ujarnya kepada Sindonews, Selasa (7/10/2014).
Menurutnya, politik jalan tengah ditempuh parpol koalisi pendukung Jokowi juga terkait dengan kalkulasi politik dalam pemilihan pemimpin MPR. Yang dalam hitungan apabila KMP tetap solid dengan seluruh kekuatan parpol yang tergabung di dalamnya, maka mereka akan tetap mendominasi meski KIH sudah bergabung dengan DPD.
"Itu juga mengapa mereka membuat startegi musyawarah mufakat dalam pemilihan pimpinan MPR karena jika sampai terjadi voting, jelas akan dimenangkan oleh KMP," pungkasnya.
Sebelumnya, Politikus PDIP Aria Bima mengatakan, jika gagal mendapatkan posisi ketua MPR maka PDIP mengalihkan dukungannya kepada anggota DPD untuk mengisi posisi itu.
"Kalau itu domain dari kelompok DPD menentukan siapa yang ingin diusung ketua MPR," kata Aria di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Aria berharap, KIH masih mempunyai kesempatan untuk meraih jatah tiket pimpinan MPR. Dalam pembagiannya, PDIP berharap dua pimpinan berasal dari kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dan dua lainnya dari KIH. Adapun, ketua MPR milik DPD.
"Kita terus melakukan lobi, selebihnya bisa diambil kubu Pak Prabowo dan Indonesia hebat," ujarnya.
Menurut dia, mengusung anggota DPD menjadi ketua MPR merupakan pembagian yang adil jika KMP tak merestui KIH menduduki posisi ketua MPR. Setidaknyan kata Aria, koalisinya mempunyai pimpinan di MPR.
"Ini yang masih terus kita ajukan apabila musyawarah mufakat tidak terpenuhi. Kita harapkan tetap DPD," tandasnya.
(kri)