Peluang Koalisi Jokowi Rebut Kursi Pemimpin MPR Kecil
Selasa, 07 Oktober 2014 - 07:15 WIB
Peluang Koalisi Jokowi Rebut Kursi Pemimpin MPR Kecil
A
A
A
JAKARTA - Hasil rapat konsultasi DPR, DPD dan MPR memutuskan rapat paripurna pemilihan ketua dan wakil ketua MPR ditunda dan dilanjutkan hari ini. Kendati ditunda, koalisi Jokowi dinilai memiliki peluang kecil mengisi kursi pemimpin MPR.
"Saya pikir Koalisi Indonesia Hebat (KIH) memang tidak punya pilihan lain untuk tetap bisa meraih kursi pimpinan di MPR," ujar Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Idil Akbar kepada Sindonews, Selasa (7/10/2014).
Menurutnya, KIH sedang memainkan politik jalan tengah dengan tidak mengajukan diri menjadi calon ketua MPR, dengan hanya mengajukan wakil untuk dua kursi saja.
"Mereka mengajukan DPD sebagai calon ketua MPR karena DPD dinilai lebih netral dari pertarungan politik antara dua kubu di parlemen. Termasuk, menyediakan dua kursi wakil lainnya untuk diserahkan kepada KMP (Koalisi Merah Putih)," jelasnya.
Sebelumnya, Politikus PDIP Aria Bima mengatakan, jika gagal mendapatkan posisi ketua MPR maka PDIP mengalihkan dukungannya kepada anggota DPD untuk mengisi posisi itu.
"Kalau itu domain dari kelompok DPD menentukan siapa yang ingin diusung ketua MPR," kata Aria di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Aria berharap, KIH masih mempunyai kesempatan untuk meraih jatah tiket pimpinan MPR. Dalam pembagiannya, PDIP berharap dua pimpinan berasal dari kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dan dua lainnya dari KIH. Adapun, ketua MPR milik DPD.
"Kita terus melakukan lobi, selebihnya bisa diambil kubu Pak Prabowo dan Indonesia hebat," ujarnya.
Menurut dia, mengusung anggota DPD menjadi ketua MPR merupakan pembagian yang adil jika KMP tak merestui KIH menduduki posisi ketua MPR. Setidaknyan kata Aria, koalisinya mempunyai pimpinan di MPR.
"Ini yang masih terus kita ajukan apabila musyawarah mufakat tidak terpenuhi. Kita harapkan tetap DPD," tandasnya.
"Saya pikir Koalisi Indonesia Hebat (KIH) memang tidak punya pilihan lain untuk tetap bisa meraih kursi pimpinan di MPR," ujar Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Idil Akbar kepada Sindonews, Selasa (7/10/2014).
Menurutnya, KIH sedang memainkan politik jalan tengah dengan tidak mengajukan diri menjadi calon ketua MPR, dengan hanya mengajukan wakil untuk dua kursi saja.
"Mereka mengajukan DPD sebagai calon ketua MPR karena DPD dinilai lebih netral dari pertarungan politik antara dua kubu di parlemen. Termasuk, menyediakan dua kursi wakil lainnya untuk diserahkan kepada KMP (Koalisi Merah Putih)," jelasnya.
Sebelumnya, Politikus PDIP Aria Bima mengatakan, jika gagal mendapatkan posisi ketua MPR maka PDIP mengalihkan dukungannya kepada anggota DPD untuk mengisi posisi itu.
"Kalau itu domain dari kelompok DPD menentukan siapa yang ingin diusung ketua MPR," kata Aria di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Aria berharap, KIH masih mempunyai kesempatan untuk meraih jatah tiket pimpinan MPR. Dalam pembagiannya, PDIP berharap dua pimpinan berasal dari kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dan dua lainnya dari KIH. Adapun, ketua MPR milik DPD.
"Kita terus melakukan lobi, selebihnya bisa diambil kubu Pak Prabowo dan Indonesia hebat," ujarnya.
Menurut dia, mengusung anggota DPD menjadi ketua MPR merupakan pembagian yang adil jika KMP tak merestui KIH menduduki posisi ketua MPR. Setidaknyan kata Aria, koalisinya mempunyai pimpinan di MPR.
"Ini yang masih terus kita ajukan apabila musyawarah mufakat tidak terpenuhi. Kita harapkan tetap DPD," tandasnya.
(kri)