Konsistensi SBY Perlu Diuji Terkait Pilkada Langsung

Minggu, 05 Oktober 2014 - 16:42 WIB
Konsistensi SBY Perlu...
Konsistensi SBY Perlu Diuji Terkait Pilkada Langsung
A A A
JAKARTA - Konsistensi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam mendukung pilkada langsung perlu diuji dalam proses politik di DPR.

Pendapat itu dikemukakan pengamat politik dari Universitas Gajah Mada (UGM) Ari Dwipayana, terkait langkah SBY mengeluarkan Perppu Pilkada.

Menurutnya, Perppu Pilkada akan bisa menjadi UU jika disetujui oleh DPR. Sedangkan posisi Partai Demokrat dekat dengan partai lainnya di Koalisi Merah Putih (KMP).

"Mengapa sikap SBY perlu diuji konsistensinya? Karena publik melihat ambivalensi sikap saat pengambilan keputusan soal RUU Pilkada sebelumnya," kata Ari saat dihubungi wartawan, Minggu (5/10/2014).

Dalam proses politik di DPR saat itu, kata dia, SBY sesungguhnya punya dua kaki. Satu kaki diwakili oleh Mendagri Gamawan Fauzi. Dalam posisi itu, Mendagri sesungguhnya bisa ambil posisi tidak memberikan persetujuan bersama sesuai hak konstitusional presiden. Kaki kedua, adalah Partai Demokrat.

"Sebagai ketua umum, SBY bisa menginstruksikan fraksi untuk dukung pilkada langsung," ujar Ari.

Berpijak dari pengalaman itu, konsistensi untuk dukung pilkada langsung harus terlihat dari posisi Demokrat di DPR dan apa yang dilakukan SBY untuk mendekati partai yang selama ini dukung pilkada oleh DPRD.

Ari menjelaskan, kecurigaan publik bahwa ada transaksi politik di balik proses RUU Pilkada, tidak bisa dihindari karena beberapa indikasi.

Pertama, kemarahan SBY saat merespons sikap walk out (WO) Fraksi Demokrat tidak berlanjut dengan sanksi bagi inisiator WO.

"Hal itu memperbesar kecurigaan bahwa apa yang terjadi hanyalah drama," tukasnya.

Kedua, tidak ada instruksi pada Mendagri untuk bersikap tegas tolak pilkada DPRD. Selain itu, pemerintah melalui jubir Presiden juga menerima apapun keputusan DPR.

Ketiga, Partai Demokrat mengambil posisi mendukung usulan paket pimpinan KMP yang memberi konsensi pada Partai Demokrat dalam posisi wakil ketua dan pimpinan alat kelengkapan lain.

"Tiga hal itu merupakan rangkaian peristiwa yg tidak berdiri sendiri," tandasnya.

Karenanya, lanjut Ari, ketika SBY lepas tangan dalam proses politik di DPR terkait dengan Perppu Pilkada, maka ini akan dilihat sebagai upaya menyelamatkan muka dari protes dan kemarahan publik, dan hanya menyerahkan lagi pada proses politik di DPR.

Di satu sisi SBY telah berhasil memulihkan citra dengan Perppu. Terutama menjelang ajang Bali Democracy Forum. Tapi di sisi lain, SBY masih harus dibuktikan lagi konsistensi dengan melihat apa yang dilakukannya di DPR terutama dalam menghadapi fraksi pendukung pilkada DPRD.

"Jika lepas tangan lagi maka sama saja ini semacam buying time demi pecitraan di akhir masa jabatan," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Perludem Sebut Kerangka...
Perludem Sebut Kerangka Hukum Pilkada 2024 Potensi Bermasalah
PKB Tolak Revisi UU...
PKB Tolak Revisi UU Pilkada karena Belum Dijalankan 100 Persen
Pernah Ngotot Gelar...
Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Demonstrasi Tolak Revisi...
Demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada di Malang Ricuh, 2 Polisi dan 3 Jurnalis Terluka
DPR Bakal Sahkan Revisi...
DPR Bakal Sahkan Revisi UU Pilkada Jadi UU Hari Ini
Aksi Ratusan Mahasiswa...
Aksi Ratusan Mahasiswa Tolak Revisi UU Pilkada di Palembang
Berita Terkini
UI Sanksi 15 Mahasiswa...
UI Sanksi 15 Mahasiswa Fakultas Hukum terkait Pelecehan Chat Mesum, Skorsing 1-3 Semester
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Dicopot dari Kepala...
Dicopot dari Kepala BGN, Dadan Hindayana: Hak Mutlak Penuh Presiden
Mendagri Berikan Penghargaan...
Mendagri Berikan Penghargaan Satyalancana kepada 7 Tokoh Atas Inovasi Sektor Maritim
Copot Kepala BGN, Prabowo...
Copot Kepala BGN, Prabowo Ingin Perkuat Akselerasi Program MBG
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved