Sekjen PDIP: Tak Ada Keharusan Mega Bertemu SBY

Jum'at, 03 Oktober 2014 - 15:47 WIB
Sekjen PDIP: Tak Ada...
Sekjen PDIP: Tak Ada Keharusan Mega Bertemu SBY
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDIP Tjahjo Kumolo menegaskan tidak ada keharusan bagi Megawati Soekarnoputri bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu diungkapkan Tjahjo menanggapi polemik tentang keinginan SBY bertemu dengan Megawati terkait komunikasi politik PDIP dan Demokrat.

"Tidak ada undang-undang yang mengatur Ibu Mega harus bertemu Pak SBY. Tidak ada hubungannya. Ibu Mega juga bukan bawahannya Pak SBY dan sebaliknya. Tidak ada aturan untuk segera bertemu," kata Tjahjo, Jumat (3/11/2014).

Tjahjo mengatakan, pada 30 September 2014, Presiden terpilih Joko Widodo sudah bertemu dengan Presiden SBY.

Salah satu yang dibicarakan dalam pertemuan itu adalah rencana koalisi PDIP dan Partai Demokrat di DPR.

Namun, lanjut dia, komunikasi politik itu belum berhasil. "Sampai Pak Jokowi mau datang tengah malam melobi Ketua Umum Demokrat, kalau memang hasil lobi tidak happy ending tidak masalah. Ya sudah, kan tidak bisa saling memaksa, mungkin masih ada pertimbangan-pertimbangan politik belum pas," tutur Tjahjo.

Menurut dia, sebenarnya PDIP tidak pernah menyerang kebijakan Partai Demokrat di luar parlemen selama SBY menjabat menjabat presiden selama 10 tahun.

Kalaupun ada kritik atau beda pendapat tentang kebijakan, itu karena posisi PDIP sebagai partai yang berada di luar pemerintahan Presiden SBY.

"Kita saling menghormati. Sepuluh tahun apa ada Ibu Mega merecoki Pak SBY? Tidak ada kan," ucapnya.

Tjahjo menambahkan, selama 10 tahun SBY menjabat sebagai presiden, tidak pernah ada usaha-usaha dari PDIP untuk meruntuhkan pemerintahan SBY.

PDIP pun tidak pernah menyinggung kebijakan pribadi SBY sebagai kepala negara.

"Tidak pernah juga ada indikasi-indikasi mau kudeta, kita sadar hanya sebagai partai politik yang di luar pemerintahan selama 10 tahun dan itu amanat Kongres Partai secara konstitusional. Tidak ada mengerahkan massa terbuka untuk demo pemerintahan yang sah presiden SBY," tutur Tjahjo.
(dam)
Berita Terkait
Komentari Pernyataan...
Komentari Pernyataan JK, Pengamat Anggap Jokowi Ragu Ambil Keputusan
Politikus Demokrat Nilai...
Politikus Demokrat Nilai JK Tak Nyaman Jadi Wapresnya Jokowi
Bicara Kritik, Jubir...
Bicara Kritik, Jubir Presiden Jokowi: Terima Kasih Pak SBY dan Pak JK
SBY-JK Bernostalgia...
SBY-JK Bernostalgia di Cikeas, Tukar Pikiran soal Masa Depan Bangsa
Ditanya Lebih Enak Jadi...
Ditanya Lebih Enak Jadi Wapres Zaman SBY atau Jokowi, JK Bilang Begini
Refly Harun Bandingkan...
Refly Harun Bandingkan Iklim Demokrasi Masa SBY dan Era Jokowi
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved