Sikap Demokrat Tak Cerminkan Semangat Demokrasi
Minggu, 28 September 2014 - 09:39 WIB
Sikap Demokrat Tak Cerminkan Semangat Demokrasi
A
A
A
JAKARTA - Manuver Partai Demokrat walk out di Paripurna DPR dalam mengesahkan UU Pilkada terus menuai kritik. Sikap Demokrat dinilai sama sekali tak menjujung semangat demokrasi.
"Terkait sikap Demokrat sendiri, saya katakan Demokrat ingin bermain tricky dengan seolah-olah mendukung pilkada langsung walaupun dengan mengajukan 10 syarat sebagai perbaikan," ujar Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Idil Akbar ketika dihubungi Sindonews, Minggu (28/9/2014).
Menurutnya, keputusan Demokrat untuk walk out sebetulnya menjadi kontra produktif dengan upaya mempertahankan mekanisme yang ada. Sehingga, yang nampak justru kelucuan dan sangat tidak elegan.
"Mestinya Demokrat bisa menunjukkan kelasnya sebagai partai mayoritas di parlemen. Artinya jelas sikapnya, jika mendukung langsung nyatakan diri dengan sikap itu dan jika mendukung tidak langsung pun nyatakan dengan konkrit dan tegas," tegasnya.
Idil menilai, meskipun hasil akhir pilkada dipilih oleh DPRD, namun apa yang terjadi dalam dinamika di DPR akan diingat sebagai ulah Demokrat.
"Hal ini juga justru tidak begitu bagus citranya buat KMP, karena hasil akhir keputusan RUU Pilkada diraih karena Demokrat yang plin plan. Terbukti masih terdapat enam anggota FPD lain yang tidak ikut walk out dan memilih pilkada tetap dilaksanakan secara langsung," pungkasnya.
"Terkait sikap Demokrat sendiri, saya katakan Demokrat ingin bermain tricky dengan seolah-olah mendukung pilkada langsung walaupun dengan mengajukan 10 syarat sebagai perbaikan," ujar Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Idil Akbar ketika dihubungi Sindonews, Minggu (28/9/2014).
Menurutnya, keputusan Demokrat untuk walk out sebetulnya menjadi kontra produktif dengan upaya mempertahankan mekanisme yang ada. Sehingga, yang nampak justru kelucuan dan sangat tidak elegan.
"Mestinya Demokrat bisa menunjukkan kelasnya sebagai partai mayoritas di parlemen. Artinya jelas sikapnya, jika mendukung langsung nyatakan diri dengan sikap itu dan jika mendukung tidak langsung pun nyatakan dengan konkrit dan tegas," tegasnya.
Idil menilai, meskipun hasil akhir pilkada dipilih oleh DPRD, namun apa yang terjadi dalam dinamika di DPR akan diingat sebagai ulah Demokrat.
"Hal ini juga justru tidak begitu bagus citranya buat KMP, karena hasil akhir keputusan RUU Pilkada diraih karena Demokrat yang plin plan. Terbukti masih terdapat enam anggota FPD lain yang tidak ikut walk out dan memilih pilkada tetap dilaksanakan secara langsung," pungkasnya.
(kri)