Kubu Romi Konsisten Dukung Pemilukada oleh DPRD
Senin, 15 September 2014 - 17:21 WIB
Kubu Romi Konsisten Dukung Pemilukada oleh DPRD
A
A
A
JAKARTA - PPP kubu Romahurmuziy menyatakan tetap berada di barisan terdepan mendukung pemilihan kepala daerah (pemilukada) oleh DPRD.
"Kami tidak mengubah pandangan kecuali pada forum yang setara. Keputusan PPP dihasilkan dalam Mukernas. Kalau mau berubah sikap juga harus lewat Mukernas," kata Sekjen PPP Romahurmuziy di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/9/2014).
Menurut pria yang akrab disapa Romi itu, PPP sudah sejak lama mendukung pemilukada dikembalikan ke DPRD. Bahkan, kata dia, keputusan itu bisa dibilang ekstrem karena jauh sebelum Koalisi Merah Putih dan koalisi Jokowi-JK terbentuk.
Padahal, imbuh Romi, hasil Muktamar PPP mengamanatkan partai untuk memperjuangkan pemilukada langsung. "Dalam kondisi perjuangan, PPP memperjuangkan pemilu langsung. Namun Mukernas, memiliki wewenang mengambil keputusan mana lagi yang dirasa tidak relevan," kata dia.
Alasan pihaknya menolak pemilu digelar langsung, lanjut Romi, karena meninggalkan banyak ekses buruk. Menurutnya, pemilukada langsung terbukti lebih banyak memberikan ekses buruk terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia.
"Pencegahan kerusakan harus dikedepankan daripada mencapai kemaslahatan. Demokrasi langsung memang bermanfaat. Tetapi mencapainya melalui melanisme yang merusak, mudharat itu yang dicegah dulu," kata Romi.
Meski demikian, pihaknya masih dapat berbalik mendukung pemilukada langsung melalui Mukernas yang akan dilaksanakan pada 23-24 September mendatang.
"Sampai sekarang belum ada keputusan itu. Kalau dari Mukernas memandang ada perlunya perubahan, itu bisa saja berubah," kata dia.
"Kami tidak mengubah pandangan kecuali pada forum yang setara. Keputusan PPP dihasilkan dalam Mukernas. Kalau mau berubah sikap juga harus lewat Mukernas," kata Sekjen PPP Romahurmuziy di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/9/2014).
Menurut pria yang akrab disapa Romi itu, PPP sudah sejak lama mendukung pemilukada dikembalikan ke DPRD. Bahkan, kata dia, keputusan itu bisa dibilang ekstrem karena jauh sebelum Koalisi Merah Putih dan koalisi Jokowi-JK terbentuk.
Padahal, imbuh Romi, hasil Muktamar PPP mengamanatkan partai untuk memperjuangkan pemilukada langsung. "Dalam kondisi perjuangan, PPP memperjuangkan pemilu langsung. Namun Mukernas, memiliki wewenang mengambil keputusan mana lagi yang dirasa tidak relevan," kata dia.
Alasan pihaknya menolak pemilu digelar langsung, lanjut Romi, karena meninggalkan banyak ekses buruk. Menurutnya, pemilukada langsung terbukti lebih banyak memberikan ekses buruk terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia.
"Pencegahan kerusakan harus dikedepankan daripada mencapai kemaslahatan. Demokrasi langsung memang bermanfaat. Tetapi mencapainya melalui melanisme yang merusak, mudharat itu yang dicegah dulu," kata Romi.
Meski demikian, pihaknya masih dapat berbalik mendukung pemilukada langsung melalui Mukernas yang akan dilaksanakan pada 23-24 September mendatang.
"Sampai sekarang belum ada keputusan itu. Kalau dari Mukernas memandang ada perlunya perubahan, itu bisa saja berubah," kata dia.
(kri)