Tawaran Kursi Menteri Bisa Jadi Ujian PPP
Minggu, 14 September 2014 - 17:42 WIB
Tawaran Kursi Menteri Bisa Jadi Ujian PPP
A
A
A
JAKARTA - Kekisruhan di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berpotensi mengubah arah politik partai berlambang Kakbah itu.
Apakah PPP akan tetap konsisten di dalam Koalisi Merah Putih jika ditawari kursi menteri oleh pihak Joko Widodo-Jusuf Kalla?
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menilai situasi politik dalam tubuh PPP masih dinamis.
Dia mengatakan, ujian terberat bagi PPP ialah seandainya PPP ditawari kursi menteri oleh pihak Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Jika mampu menolak tawaran itu, kata dia,
PPP akan tetap berada di Koalisi Merah Putih.
"Cuma persoalannya mampu enggak kader PPP menahan diri sejenak dari tawaran posisi menteri di tengah sedang memuncaknya libido untuk berkuasa," tutur Pangi kepada Sindonews, Minggu (14/9/2014).
Menurut dia, konflik PPP bisa berakhir apabila elite partai mengakomodasi kepentingan kader.
Selain itu, lanjut Pangi, konflik bisa selesai jika Ketua Umum DPP Suryadharma Ali (SDA) bersedia mengalah demi menjaga nama besar PPP.
"Saya sepakat lebih baik SDA berkosentrasi menyelesaikan masalah hukumnya dari pada tetap ngotot mempertahankan kekuasaan," tutur Pangi.
Seperti diketahui, PPP sedang dilanda perpecahan. Situasi itu bermula dari rapat pengurus DPP dan DPW PPP pada Selasa 9 September lalu yang hasilnya mencopot SDA dari jabatan Ketua Umum DPP PPP.
Alasan pencopotan itu karena status SDA sebagai tersangka kasus korupsi mengganggu citra partai. SDA pun bereaksi. Mantan menteri agama ini menilai pencopotan jabatannya ilegal karena tidak melalui muktamar.
Kubu SDA pun memecat balik tiga pengurus PPP, yakni Sekretaris Jenderal DPP PPP M Romahurmuziy, dan Wakil Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa dan Emron Pangkapi.
Apakah PPP akan tetap konsisten di dalam Koalisi Merah Putih jika ditawari kursi menteri oleh pihak Joko Widodo-Jusuf Kalla?
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menilai situasi politik dalam tubuh PPP masih dinamis.
Dia mengatakan, ujian terberat bagi PPP ialah seandainya PPP ditawari kursi menteri oleh pihak Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Jika mampu menolak tawaran itu, kata dia,
PPP akan tetap berada di Koalisi Merah Putih.
"Cuma persoalannya mampu enggak kader PPP menahan diri sejenak dari tawaran posisi menteri di tengah sedang memuncaknya libido untuk berkuasa," tutur Pangi kepada Sindonews, Minggu (14/9/2014).
Menurut dia, konflik PPP bisa berakhir apabila elite partai mengakomodasi kepentingan kader.
Selain itu, lanjut Pangi, konflik bisa selesai jika Ketua Umum DPP Suryadharma Ali (SDA) bersedia mengalah demi menjaga nama besar PPP.
"Saya sepakat lebih baik SDA berkosentrasi menyelesaikan masalah hukumnya dari pada tetap ngotot mempertahankan kekuasaan," tutur Pangi.
Seperti diketahui, PPP sedang dilanda perpecahan. Situasi itu bermula dari rapat pengurus DPP dan DPW PPP pada Selasa 9 September lalu yang hasilnya mencopot SDA dari jabatan Ketua Umum DPP PPP.
Alasan pencopotan itu karena status SDA sebagai tersangka kasus korupsi mengganggu citra partai. SDA pun bereaksi. Mantan menteri agama ini menilai pencopotan jabatannya ilegal karena tidak melalui muktamar.
Kubu SDA pun memecat balik tiga pengurus PPP, yakni Sekretaris Jenderal DPP PPP M Romahurmuziy, dan Wakil Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa dan Emron Pangkapi.
(dam)