Konflik Elite Internal, Masa Depan PPP Terancam
Minggu, 14 September 2014 - 08:38 WIB
Konflik Elite Internal, Masa Depan PPP Terancam
A
A
A
JAKARTA - Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dapat dihindari jika para elite partainya berpegang teguh pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai konflik yang terjadi di PPP belakangan ini semakin pelik, karena sudah melibatkan kepentingan antar elite di partai berlambang Kakbah tersebut.
"Adu kuat antar elite inilah yang justru membuat PPP terpuruk," ujar Siti melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Sabtu (13/9/2014).
Menurutnya, masa depan PPP bisa terancam jika para elite partai tersebut tidak ada yang bisa menjadi pembaharu dan tidak mau bersama-sama meluruskan arah partai ke depan.
Apalagi, kata Siti, ketua umumnya Suryadharma Ali sudah berstatus tersangka dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji.
Dia berpendapat, seharusnya pimpinan PPP yang biasa disapa SDA itu mengundurkan diri sejak berstatus tersangka. "SDA yang semestinya mundur secara sularela, karena sudah menjadi tersangka," tukasnya.
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai konflik yang terjadi di PPP belakangan ini semakin pelik, karena sudah melibatkan kepentingan antar elite di partai berlambang Kakbah tersebut.
"Adu kuat antar elite inilah yang justru membuat PPP terpuruk," ujar Siti melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Sabtu (13/9/2014).
Menurutnya, masa depan PPP bisa terancam jika para elite partai tersebut tidak ada yang bisa menjadi pembaharu dan tidak mau bersama-sama meluruskan arah partai ke depan.
Apalagi, kata Siti, ketua umumnya Suryadharma Ali sudah berstatus tersangka dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji.
Dia berpendapat, seharusnya pimpinan PPP yang biasa disapa SDA itu mengundurkan diri sejak berstatus tersangka. "SDA yang semestinya mundur secara sularela, karena sudah menjadi tersangka," tukasnya.
(kur)