Dimotivasi Kekuasaan, PDIP Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD
Sabtu, 13 September 2014 - 15:13 WIB
Dimotivasi Kekuasaan, PDIP Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD
A
A
A
JAKARTA - Sikap keras kubu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menginginkan pemilihan kepala daerah tetap diselenggarakan secara langsung dinilai sebagai upaya mengejar kekuasaan.
Upaya ini semakin terlihat kecilnya jumlah kursi PDIP di DPRD dibandingkan partai politik (parpol) yang tergabung dalam koalisi merah putih. Maka itu, pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara langsung adalah upaya terakhir PDIP untuk dapat memperoleh sejumlah jabatan di daerah melalui wakilnya di gubernur, bupati maupun wali kota.
“Pada level itu tadi iya, dia takut kehilangan kekuasaan,” ujar pengamat politik dari Universitas Paramdina, Herdi Sahrasad dalam acara diskusi Polemik Sindo Radio Trijaya di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (13/9/2014).
Menurutnya, jika pemilihan kepala daerah melalui DPRD, maka dapat dipastikan kursi gubernur akan disapu oleh koalisi merah putih. Sementara PDIP diproyeksikan hanya kebagian jatah di tiga provinsi saja.
“Hampir pasti kursi 30 gubernur itu akan jatuh ke tangan koalisi merah putih. Itu kekhawatiran dari aspek politik,” ucapnya.
Sementara itu, lanjut Herdi, untuk tingkat kabupaten hampir pasti mayoritas akan disapu bersih oleh koalisi merah putih. “Katakanlah 70% saja, itu sudah menjadi ketakutan luar biasa dari kubu PDIP,” tukasnya.
Upaya ini semakin terlihat kecilnya jumlah kursi PDIP di DPRD dibandingkan partai politik (parpol) yang tergabung dalam koalisi merah putih. Maka itu, pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara langsung adalah upaya terakhir PDIP untuk dapat memperoleh sejumlah jabatan di daerah melalui wakilnya di gubernur, bupati maupun wali kota.
“Pada level itu tadi iya, dia takut kehilangan kekuasaan,” ujar pengamat politik dari Universitas Paramdina, Herdi Sahrasad dalam acara diskusi Polemik Sindo Radio Trijaya di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (13/9/2014).
Menurutnya, jika pemilihan kepala daerah melalui DPRD, maka dapat dipastikan kursi gubernur akan disapu oleh koalisi merah putih. Sementara PDIP diproyeksikan hanya kebagian jatah di tiga provinsi saja.
“Hampir pasti kursi 30 gubernur itu akan jatuh ke tangan koalisi merah putih. Itu kekhawatiran dari aspek politik,” ucapnya.
Sementara itu, lanjut Herdi, untuk tingkat kabupaten hampir pasti mayoritas akan disapu bersih oleh koalisi merah putih. “Katakanlah 70% saja, itu sudah menjadi ketakutan luar biasa dari kubu PDIP,” tukasnya.
(kur)