Pengusaha Muhammadiyah Ditipu, Din Tuntut Keadilan

Rabu, 10 September 2014 - 16:55 WIB
Pengusaha Muhammadiyah...
Pengusaha Muhammadiyah Ditipu, Din Tuntut Keadilan
A A A
JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mendesak kepada Mahkamah Agung (MA) untuk secepatnya memutus perkara yang melibatkan pengusaha Muhammadiyah H Asri dengan Warga Negara Asing (WNA) yang berinisial L dengan seadil-adilnya.

“H Asri sudah lama mencari keadilan karena ditipu dengan cara-cara kotor oleh WNA,” kata Din saat menerima ahli waris korban Muhammad Rasyid Ridha di Gedung Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2014).

PP Muhammadiyah juga telah mengajukan surat kepada Ketua MA dan Ketua KY untuk mendapatkan pengadilan bagi pengusaha Muhammadiyah ini, namun hingga kini belum ada respons.

“Mestinya keadilan dipenuhi. KY juga pernah menelepon saya untuk meminta bahan-bahan dan materi soal kasus ini. Tapi sampai sekarang belum ada follow upnya,” kritik Din.

Din menegaskan akan membela dengan sungguh-sunguh dengan warga Muhammadiyah yang sedang mencari keadilan, hingga keadilan itu didapatkan. “Saya merasa korban di kriminalisasi sampai beliua wafat, di penjara hingga mati. Ini sangat disayangkan,” kata dia.

Kriminilisasi itu kata Din, dilakukan pengusaha asing. Tak cuma pengusaha asing, oknum di salah satu kementerian juga turut bermain.

“Kabarnya pejabat di salah satu kementerian yang bergerak di sektor energi waktu itu yang membantu menekan menjual aset korban. Kini akhirnya pejabat tersebut dapat tempat sebagai komisaris atas jasanya,” tuding Din.

Dia menyebut, korban telah tiga kali datang ke Muhammadiyah untuk meminta dukungan moral atas kriminalisasi hukum kepadanya. “Saya berjanji akan membantu korban hingga selesai,” janji Din.

Din meminta keadilan betul-betul ditegakkan. Sebab, bila tidak maka akan menjadi preseden buruk bagi pemberantasan mafia Sumber Daya Alama (SDA). “SDA akan habis terkuras dan nantinya aka menyengsarakan rakyat,” kata dia.
(kri)
Berita Terkait
Rakornas Penegakan Hukum...
Rakornas Penegakan Hukum Terpadu Jelang Pemilu 2024
Pembagian Macam-Macam...
Pembagian Macam-Macam Hukum di Indonesia
Hukum di antara Akal...
Hukum di antara Akal dan Nurani
Penegakan Hukum Sontoloyo
Penegakan Hukum Sontoloyo
Survei Polling Institute:...
Survei Polling Institute: Kondisi Penegakan Hukum Perlu Perbaikan
Praktik Orang Dalam...
Praktik Orang Dalam Dinilai Merusak Demokrasi dan Tatanan Hukum
Berita Terkini
Polisi Temukan Uang...
Polisi Temukan Uang Fantastis Dolar AS dan Singapura dalam Brankas Saat Geledah Kafe di Cipete
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Anggota TNI, Ada Apa?
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Geledah Kafe deClan,...
Geledah Kafe de'Clan, Polri Temukan Brankas Besar di dalam Tembok
Kala Prabowo Dipuji...
Kala Prabowo Dipuji Modi, Seorang Presiden juga Prajurit yang Paham Perencanaan
Infografis
Muhammadiyah Masuk 10...
Muhammadiyah Masuk 10 Organisasi Keagamaan Terkaya di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved