Pengganti Busyro Jangan Rusak Ritme KPK
Rabu, 27 Agustus 2014 - 09:21 WIB
Pengganti Busyro Jangan Rusak Ritme KPK
A
A
A
JAKARTA - Panitia seleksi (Pansel) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepakat calon terpilih pengganti Busyro Muqoddas nantinya tidak merusak ritme kerja lembaga ini.
Pernyataan ini disampaikan Pansel usai melakukan diskusi dan pertemuan selama dua jam dengan jajaran pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 26 Agustus 2014.
Dalam pertemuan tersebut, Pansel pencari pengganti Busyro hadir hampir lengkap. Di antaranya, Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Amir Syamsuddin selaku Ketua Pansel dengan Anggota Imam B Prasodjo, Abdullah Hehamahua, Rhenald Kasali, dan Irjen (Purn) Farouk Muhammad.
Imam B Prasodjo menyatakan, semua peserta diskusi sepakat bahwa pertemuan hari ini adalah diskusi yang memuaskan, dilakukan secara jujur sehingga memudahkan dan memahami apa yang ada selama ini. Pertemuan ini merupakan inisiatif pansel.
Pansel memastikan ingin mendukung agar ritme kerja dan keberlangsungan KPK yang sekarang sudah berjalan tidak boleh terjadi gangguan dan hambatan. Pansel juga berusaha memahami apa yang sedang berlangsung di KPK serta target dan strategi yang sedang digarap.
Dalam diskusi memang muncul kekhawatiran terkait pimpinan baru yang berbeda visi dan kapasitas berbeda akan terjadi disruption.
“Kami pahami itu wajar. Jadi kalau ada yang baru bisa mendukung kerja selama ini. Kami datang ke sini ada itikad baik bahwa jangan sampai user (KPK) yang menggunakan ada masalah. Kami ingin mencari orang yang tidak menjadi lubang bagi pelemahan KPK,” kata Imam saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 26 Agustus 2014.
Dalam seleksinya, Pansel juga tidak hanya menimbangkan hal-hal yang normatif. Dia menyatakan, dalam seleksi pengganti Busyro, Pansel berharap orang terpilih nanti punya kapasitas, integritas, independen, dan kolektif leadership. Karenanya masukan masyarakat sangat dibutuhkan.
Masyarakat juga bisa mengawal seluruh prosesnya. Ke depan, Pansel akan terus menjalin komunikasi dengan KPK terkait perkembangan seleksi. Sampai hari ke-12, tidak sampai lima pendaftar. Meski begitu, Imam mengakui hal itu biasa di awal-awal seleksi.
“Karena untuk pendaftaran ini banyak surat-surat yang harus diurus. Deadline-nya 3 September, harapan kami jangan sampai calon terpilih mengganggu ritme KPK selama ini,” tandasnya.
Sementara, Juru Bicara KPK Johan Budi SP menyatakan, pertemuan itu secara umum merupakan penyamaan persepsi. Pimpinan KPK tidak hadir dalam konferensi pers karena sedang melakukan rapat pimpinan (rapim) penting yang tidak bisa ditinggal.
Kata Johan, sampai hari ini belum ada kesimpulan apakah Busyro yang menjadi objek yang akan diganti akan maju atau tidak. Dia menilai orang-orang di Pansel itu adalah orang-orang kredibel.
KPK pun berharap Pansel menyeleksi orang-orang yang memiliki integritas, kapasitas, kredebilitas, dan sebagainya. Ritme kerja KPK juga perlu disadari oleh Pansel.
“Jangan sampai mencari orang mau mencari pekerjaan untuk dapat gaji atau menunggu pensiun. Tapi mencari orang yang sudah selesai dengan dirinya, keluarganya, untuk pengembangan KPK. Tapi saya tidak paham maksud ritme itu apa,” kata Johan.
Pernyataan ini disampaikan Pansel usai melakukan diskusi dan pertemuan selama dua jam dengan jajaran pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 26 Agustus 2014.
Dalam pertemuan tersebut, Pansel pencari pengganti Busyro hadir hampir lengkap. Di antaranya, Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Amir Syamsuddin selaku Ketua Pansel dengan Anggota Imam B Prasodjo, Abdullah Hehamahua, Rhenald Kasali, dan Irjen (Purn) Farouk Muhammad.
Imam B Prasodjo menyatakan, semua peserta diskusi sepakat bahwa pertemuan hari ini adalah diskusi yang memuaskan, dilakukan secara jujur sehingga memudahkan dan memahami apa yang ada selama ini. Pertemuan ini merupakan inisiatif pansel.
Pansel memastikan ingin mendukung agar ritme kerja dan keberlangsungan KPK yang sekarang sudah berjalan tidak boleh terjadi gangguan dan hambatan. Pansel juga berusaha memahami apa yang sedang berlangsung di KPK serta target dan strategi yang sedang digarap.
Dalam diskusi memang muncul kekhawatiran terkait pimpinan baru yang berbeda visi dan kapasitas berbeda akan terjadi disruption.
“Kami pahami itu wajar. Jadi kalau ada yang baru bisa mendukung kerja selama ini. Kami datang ke sini ada itikad baik bahwa jangan sampai user (KPK) yang menggunakan ada masalah. Kami ingin mencari orang yang tidak menjadi lubang bagi pelemahan KPK,” kata Imam saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 26 Agustus 2014.
Dalam seleksinya, Pansel juga tidak hanya menimbangkan hal-hal yang normatif. Dia menyatakan, dalam seleksi pengganti Busyro, Pansel berharap orang terpilih nanti punya kapasitas, integritas, independen, dan kolektif leadership. Karenanya masukan masyarakat sangat dibutuhkan.
Masyarakat juga bisa mengawal seluruh prosesnya. Ke depan, Pansel akan terus menjalin komunikasi dengan KPK terkait perkembangan seleksi. Sampai hari ke-12, tidak sampai lima pendaftar. Meski begitu, Imam mengakui hal itu biasa di awal-awal seleksi.
“Karena untuk pendaftaran ini banyak surat-surat yang harus diurus. Deadline-nya 3 September, harapan kami jangan sampai calon terpilih mengganggu ritme KPK selama ini,” tandasnya.
Sementara, Juru Bicara KPK Johan Budi SP menyatakan, pertemuan itu secara umum merupakan penyamaan persepsi. Pimpinan KPK tidak hadir dalam konferensi pers karena sedang melakukan rapat pimpinan (rapim) penting yang tidak bisa ditinggal.
Kata Johan, sampai hari ini belum ada kesimpulan apakah Busyro yang menjadi objek yang akan diganti akan maju atau tidak. Dia menilai orang-orang di Pansel itu adalah orang-orang kredibel.
KPK pun berharap Pansel menyeleksi orang-orang yang memiliki integritas, kapasitas, kredebilitas, dan sebagainya. Ritme kerja KPK juga perlu disadari oleh Pansel.
“Jangan sampai mencari orang mau mencari pekerjaan untuk dapat gaji atau menunggu pensiun. Tapi mencari orang yang sudah selesai dengan dirinya, keluarganya, untuk pengembangan KPK. Tapi saya tidak paham maksud ritme itu apa,” kata Johan.
(kri)