Kursi Menteri Jadi Senjata Tarik Koalisi Merah Putih

Selasa, 26 Agustus 2014 - 07:28 WIB
Kursi Menteri Jadi Senjata...
Kursi Menteri Jadi Senjata Tarik Koalisi Merah Putih
A A A
JAKARTA - Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dinilai tidak akan mengabaikan keberadaan Koalisi Merah Putih.

Bagaimanapun para partai politik (parpol) Koalisi Merah Putih memiliki kekuatan strategis di DPR. Sebab kursi parpol-parpol yang tergabung dalam koalisi pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pilpres 2014 itu mayoritas di parlemen.

Pengamat politik Universitas Padjadjaran Idil Akbar menilai kubu Jokowi-JK akan berusaha untuk mendekati parpol Koalisi Merah Putih. Soliditas koalisi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan Jokowi-JK.

"Koalisi Merah Putih mayoritas, ini akan menyulitkan. Jokowi tidak akan leluasa dalam mengeluarkan kebijakan," kata Idil kepada Sindonews, Senin 25 Agustus 2014.

Oleh karena itu, lanjut dia, kubu Jokowi-JK akan berusaha untuk memecah kristalisasi Koalisi Merah Putih dengan cara mendekati parpol-parpol anggota koalisi tersebut.

Menurut Idil, kursi menteri bisa menjadi tawaran menarik bagi parpol-parpol merapat ke Jokowi-JK. "Tawaran posisi menteri menjadi sesuatu yang paling memungkinkan," tandasnya.

Koalisi Merah Putih terdiri dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB).

Pada 14 Juli 2014, para pimpinan parpol anggota koalisi melakukan deklarasi sepakat membentuk koalisi permanen di Tugu Proklamasi, Jakarta. Salah satunya membangun kekuatan di parlemen. (Baca: Koalisi Merah Putih Komitmen Perkuat Parlemen)

Kekhawatiran kubu Jokowi-JK mendekati parpol di dalam Koalisi Merah Putih pernah diungkapkan Wakil Bendahara DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo. Dia mengingatkan Jokowi untuk tidak mencoba mengiming-imingi jabatan kepada parpol anggota Koalisi Merah Putih.

"Sebaiknya memberi keleluasaan kepada Koalisi Merah Putih untuk menjadi kekuatan penyeimbang yang konstruktif di parlemen," ujar Bambang, Minggu 24 Agustus 2014. (Baca: Jangan Goda Koalisi Merah Putih!)
(dam)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Rusia: Ukraina Jadi...
Rusia: Ukraina Jadi Tambang Emas bagi Produsen Senjata Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved