KPU Ngaku Banyak Buka Kotak Suara Setelah Diizinkan MK

Selasa, 19 Agustus 2014 - 14:22 WIB
KPU Ngaku Banyak Buka...
KPU Ngaku Banyak Buka Kotak Suara Setelah Diizinkan MK
A A A
JAKARTA - Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku jumlah kotak suara yang sudah dibuka berdasarkan izin dari Mahkamah Konstitusi (MK) pada tanggal 8 Agustus 2014, lebih banyak dibandingkan dengan kotak suara yang dibuka berdasarkan Surat Edaran KPU pada Juli 2014.

"Jumlahnya memang lebih banyak yang dibuka sekarang, karena ada perintah," ujar Kuasa hukum KPU Ali Nurdin di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2014).

Lebih lanjut, dia mengatakan, semua alat bukti dari kotak suara sudah dikumpulkan. "Termasuk permintaan majelis untuk memberikan keterangan apakah kotak ini dibuka sebelum tanggal 8 Agustus atau sesudah tanggal 8 Agustus, itu sudah kami sampaikan di dalam daftar alat buktinya," katanya.

"Mana yang sebelum tanggal 8 Agustus, mana yang sesudah tanggal 8 Agustus, jadi terkait dengan alat-alat bukti, kami cek kemarin itu sudah diverifikasi dan sudah selesai," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pada Juli 2014, KPU mengeluarkan surat edaran kepada KPU provinsi, kabupaten/kota untuk membuka kotak suara dan mengambil formulir A5 dan C7 untuk difotokopi dan proses legalisasi.

Surat edaran itu untuk menyiapkan diri menghadapi permohonan gugatan di MK, kemudian membuat jawaban, lalu datang ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan KPU pusat.

Kubu Prabowo-Hatta menilai langkah KPU tersebut ilegal. Sementara itu, pada 8 Agustus 2014, MK mengizinkan KPU membuka kotak suara dan mengambil isinya guna kelengkapan alat bukti di persidangan sengketa hasil Pilpres 2014.
(kri)
Berita Terkait
Diduga Dipicu Sengketa...
Diduga Dipicu Sengketa Pemilu Massa Bakar Fasilitas Umum dan Pemerintah
Hakim MK Dapat Rompi...
Hakim MK Dapat Rompi Anti Peluru kecuali Anwar Usman
Deretan Tokoh yang Mengajukan...
Deretan Tokoh yang Mengajukan Diri Jadi Amicus Curiae MK
Bawaslu Lutim Sosialisasi...
Bawaslu Lutim Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu
MK dan Mantan Terpidana
MK dan Mantan Terpidana
Tiga Jenis Putusan MK...
Tiga Jenis Putusan MK tentang Sengketa Pilpres 2024
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved